Tertawalah! Anda Akan Sehat dan Berumur Panjang

Tidak suka dengan humor? Pikir sekali lagi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa memanjakan selera humor Anda bisa memperpanjang usia, membuat hidup lebih sehat.
Tertawa tidak saja melunturkan stres, meningkatkan kehidupan sosial, dan menurunkan tekanan darah, tapi juga mendorong sistem kekebalan tubuh. Tambah lagi, humor menjadi lebih bernilai ketika umur semakin bertambah, dan dikaitkan dengan kehidupan yang memuaskan. Begitu penelitian yang dilakukan di Swis.
Ingin tahu lebih banyak tentang sisi kesehatan dari humor? Simak 5 fakta mengejutkan dari sisi kesehatan dari humor yang dimuat BBC.
* Lebih mudah bernafas
"Sembilan puluh prosen tertawa melibatkan pernafasan yang dalam," kata Dacher Keltner, Ph.D., guru besar psikologi di University of California di Berkeley dan penulis buku Born to Be Good. "Ketika menghembuskan nafas, denyut nadi dan tekanan darah turun dan Anda memasuki kondisi tenang. Anda akan merasakan sensasi pelepasan dari tertawa."
* Hubungan yang lebih baik.
Pasangan yang menceritakan lelucon ringan dan ikut tertawa untuk meredakan ketegangan cenderung memiliki perkawinan yang lebih baik, kata psikolog John Gottman, Ph.D., dari Gottman Institute, pusat konseling masalah hubungan sosial di Seattle.
* Melawan stres
Tertawa bisa menurunkan hormon stres dopac, kortisol, dan epinephrine sampai berturut-turut 38%, 39%, dan 70% menurut penelitian di Loma Linda University, California. Penelitian di Universitas Maryland dengan mempertontonkan film pendek, mereka yang menonton film jenaka mengalami peningkatan aliran darah ke jantung sebanyak 22%.
* Merasa lebih sehat
Tertawa tak hanya melepaskan ketegangan, tapi juga membuat Anda lebih sehat. Orang yang tertawa 10 - 25 kali sehari lebih sedikit terkena penyakit dibandingkan dengan mereka yang kurang dari jumlah itu dalam seharinya. Begitu menurut penelitian International Journal of Medical Sciences tahun 2009.
* Bekerja lebih baik
Menurut survei Men's Health, dari hampir 600 lelaki yang menjadi responden, 73%-nya menyatakan bahwa memiliki selera humor membuat mereka lebih baik dalam bekerja.

Benarkah Manfaat Cokelat Itu Kalahkan Buah?

Cokelat sering digunakan untuk `obat' menghilangkan stres dan meningkatkan mood. Bukan hanya rasanya yang lezat, namun cokelat juga memiliki banyak manfaat kesehatan.
Para peneliti di Pusat Kesehatan dan Gizi Hershey menyatakan bahwa cokelat layak disebut sebagai "buah super". Dari penelitian di laboratorium, ternyata cokelat memiliki banyak antioksidan.
Tingkat polifenol dan flavonoid dalam setiap gram bubuk kakao lebih banyak daripada buah-buahan yang digunakan untuk membuat jus.
Dilaporkan MedIndia, temuan para ahli yang diterbitkan dalam Chemical Journal, menunjukkan bahwa cokelat hitam dan bubuk kakao mengandung flavonoid dan polifenol yang lebih tinggi daripada jus buah.
Antioksidan ditemukan juga pada buah-buahan seperti anggur, stroberi, dan buah delima, beberapa jenis jus, cokelat hitam, teh hijau, dan anggur merah. Antioksidan adalah senyawa yang akan melawan radikal bebas yang dapat merusak sel. Ketika tubuh kekurangan antioksidan, tentunya dapat menyebabkan masalah kesehatan.
Namun, para ahli lain berpendapat bahwa tidaklah benar bila disebut "buah super", bisa saja itu hanya strategi pemasaran para pembuat cokelat. Karena, tidak ada satu jenis makanan yang mengandung semua nutrisi penting.

Pemanasan Global? Hutan di Masa Depan Jauh Lebih Tangguh dalam Meredam Karbon Dioksida

Pohon-pohon yang bermandikan karbon dioksida tingkat tinggi justru terus bertumbuh pada tingkat yang dipercepat dalam seluruh percobaan selama 12 tahun.
Hutan Amerika Utara tampaknya memiliki kapasitas yang besar untuk menyerap gas perangkap-panas, karbon dioksida, lebih besar dari dugaan para peneliti sebelumnya.
Hasilnya, hutan bisa membantu memperlambat laju pemanasan iklim yang disebabkan manusia, lebih dari yang diperkirakan oleh para ilmuwan, simpul seorang ahli ekologi UM dan rekan-rekannya.
Hasil dari studi 12 tahun pada hutan eksperimental di timur laut Wisconsin ini bertentangan dengan beberapa asumsi lama tentang bagaimana hutan di masa depan akan merespon meningkatnya kadar karbon dioksida atmosfer akibat perubahan iklim yang disebabkan manusia, kata ahli ekologi mikroba Donald Zak dari University of Michigan, penulis utama makalah yang dipublikasikan online minggu ini dalam Ecology Letters.
“Beberapa asumsi awal tentang respon ekosistem tidaklah benar dan harus direvisi,” kata Zak.
Pandangan dari udara hutan percobaan seluas 38-hektar di Wisconsin, di mana para peneliti UM dan para kolega terus-menerus memaparkan kanopinya dengan peningkatan kadar gas karbon dioksida dan ozon dari tahun 1997 sampai 2008. (Kredit: David Karnosky, Michigan Technological University)
Untuk mensimulasikan kondisi atmosfer pada paruh kedua abad ini, Zak bersama rekan-rekannya secara terus-menerus memompa karbon dioksida tambahan ke atas kanopi hutan eksperimental di Rhinelander, Wis, dari tahun 1997 hingga tahun 2008.
Beberapa pohon juga dikenakan kadar ozon tingkat-dasar yang berlebih untuk mensimulasikan udara yang semakin tercemar di masa depan. Kedua bagian percobaan yang didanai pemerintah federal ini – karbon dioksida dan ozon – memperlihatkan hasil yang sama sekali tidak terduga.
Selain memerangkap panas, karbon dioksida juga diketahui memiliki efek pemupukan pada pohon dan tanaman lain, membuat mereka bertumbuh lebih cepat dari biasanya. Para peneliti iklim dan pemodel ekosistem berasumsi bahwa dalam beberapa dekade mendatang, efek pemupukan karbon dioksida secara temporari akan meningkatkan laju pertumbuhan hutan beriklim di utara.
Studi sebelumnya telah menyimpulkan bahwa lonjakan pertumbuhan ini akan berumur pendek, menggerinda untuk sebuah perhentian ketika pohon-pohon tidak mampu lagi menyerap nutrisi esensial nitrogen dari tanah.
Namun, pada penelitian Rhinelander, pohon-pohon yang bermandikan karbon dioksida tingkat tinggi justru terus bertumbuh pada tingkat yang dipercepat dalam seluruh percobaan selama 12 tahun. Dalam tiga tahun terakhir penelitian, pohon-pohon yang meredam CO2 bertumbuh 26 persen lebih daripada pohon-pohon yang terkena karbon dioksida pada tingkat normal.
Tampaknya karbon dioksida tambahan ini memungkinkan pohon untuk menumbuhkan akar-akar kecil lebih banyak lagi dan “memakan” nitrogen di dalam tanah dengan lebih berhasil, kata Zak. Pada saat yang sama, tingkat di mana mikroorganisme melepaskan nitrogen kembali ke tanah, sebagaimana dedaunan jatuh dan cabang membusuk, juga mengalami peningkatan.
“Pertumbuhan yang lebih besar ini telah ditopang oleh percepatan pendauran nitrogen tanah, bukan perlambatan pendauran,” kata Zak. “Pada kondisi karbon dioksida yang tinggi, pepohonan melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk mengeluarkan nitrogen dari tanah, dan terdapat lebih banyak lagi bagi penggunaan tanaman.”
Zak menekankan bahwa peningkatan pertumbuhan hasil efek dari CO2 ini pada akhirnya akan “menabrak dinding” dan tiba ke perhentian. Akar pohon akhirnya akan “sepenuhnya memanfaatkan” sumber nitrogen tanah. Tidak ada yang tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai batas tersebut, katanya.
Percobaan 12-tahun pada bagian ozon juga menghadirkan kejutan.
Ozon tingkat-dasar diketahui dapat merusak jaringan tanaman dan mengganggu fotosintesis. Dugaan konvensional sebelumnya menyebutkan bahwa di masa depan, meningkatnya kadar ozon akan membatasi sejauh mana meningkatnya kadar karbon dioksida akan mempromosikan pertumbuhan pohon, membatalkan beberapa kemampuan hutan untuk menyangga pemanasan iklim.
Dalam beberapa tahun pertama percobaan Rhinelander, memang itulah yang terobservasi. Pohon yang terkena peningkatan kadar ozon tidak bertumbuh secepat pohon-pohon lainnya. Tetapi pada akhir penelitian, ozon justru tidak berpengaruh sama sekali pada produktivitas hutan.
“Yang menarik dalam mengambil titik balik dalam hal ini adalah bahwa aspek-aspek keanekaragaman biologis – seperti keragaman genetik dan komposisi spesies tanaman – merupakan komponen penting dari respons ekosistem terhadap perubahan iklim,” katanya. “Keanekaragaman hayati adalah penting, dalam hal ini.”

Kredit: University of Michigan
Jurnal: Donald R. Zak, Kurt S. Pregitzer, Mark E. Kubiske, Andrew J. Burton. Forest productivity under elevated CO2 and O3: positive feedbacks to soil N cycling sustain decade-long net primary productivity enhancement by CO2. Ecology Letters, 2011; DOI: 10.1111/j.1461-0248.2011.01692.x


Kalkulasi Jangka-Panjang Memprediksi Kenaikan Permukaan Laut Terus Berlanjut Selama 500 Tahun ke Depan

"Bahkan jika kita menstabilkan konsentrasi di atmosfer dan berhenti memancarkan gas rumah kaca ke atmosfir, kami bisa melihat bahwa kenaikan permukaan laut akan tetap terus mengalami percepatan selama beberapa abad."
Naiknya permukaan laut pada abad-abad mendatang mungkin merupakan salah satu konsekuensi bencana paling besar dari kenaikan suhu. Biaya ekonomi besar-besaran, konsekuensi sosial dan migrasi yang terpaksa dapat dihasilkan dari pemanasan global. Tapi seberapa menakutkankah masa-masa yang akan kita hadapi? Para peneliti dari Niels Bohr Institute telah menghitung prospek jangka panjang naiknya permukaan air laut dalam kaitannya dengan emisi gas rumah kaca dan polusi atmosfer, dengan menggunakan model iklim.
Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Global and Planetary Change.
“Berdasarkan situasi saat ini, kami telah memproyeksikan perubahan permukaan laut untuk 500 tahun ke depan. Kami tidak melihat apa yang terjadi dengan iklim, tapi secara eksklusif berfokus pada tingkat laut,” jelas Aslak Grinsted, seorang peneliti dari Pusat Es dan Iklim, Niels Bohr Institute di University of Copenhagen.
Grafik menunjukkan bagaimana tingkat laut akan berubah selama empat jalur yang berbeda selama perkembangan manusia dan polusi gas rumah kaca. Garis-garis hijau, kuning dan oranye sesuai dengan skenario di mana dibutuhkan waktu 10, 30 atau 70 tahun sebelum emisi menjadi stabil. Garis merah dapat dianggap mewakili bisnis seperti biasa di mana emisi gas rumah kaca meningkat dari waktu ke waktu. (Kredit: Aslak Grinsted)
Model yang didasarkan pada pengukuran aktual
Dalam kerjasama dengan para peneliti dari Inggris dan Cina, Grinsted telah mengembangkan sebuah model yang didasarkan pada apa yang terjadi dengan emisi gas rumah kaca dan aerosol serta polusi atmosfer. Model mereka ini telah disesuaikan mundur dengan pengukuran aktual dan kemudian digunakan untuk memprediksi prospek naiknya permukaan air laut.
Kelompok riset telah membuat perhitungan untuk empat skenario: satu pesimis, satu optimis, dan dua yang lebih realistis.
Dalam skenario pesimis, emisi terus meningkat. Artinya, permukaan laut akan naik 1,1 meter pada tahun 2100 dan akan meningkat 5,5 meter pada tahun 2500.
Bahkan dalam skenario yang paling optimis, yang menuntut tujuan-tujuan perubahan iklim yang sangat dramatis, kemajuan teknologi utama serta kerjasama internasional yang kuat untuk berhenti memancarkan gas rumah kaca dan polusi atmosfer, laut tetap akan terus meningkat. Pada tahun 2100 akan meningkat 60 cm dan pada tahun 2500 permukaan laut akan naik 1,8 meter.
Untuk dua skenario yang lebih realistis, dihitung berdasarkan emisi dan polusi yang distabilkan, hasil menunjukkan bahwa akan terdapat kenaikan permukaan laut sekitar 75 cm pada tahun 2100 dan pada tahun 2500 air laut akan meningkat 2 meter.
Meningkatnya permukaan air laut selama berabad-abad
“Di abad ke-20, laut telah meningkat dengan rata-rata 2 mm per tahun, tapi mengalami percepatan selama beberapa dekade terakhir, kenaikan permukaan laut menjadi sekitar 70% lebih cepat. Bahkan jika kita menstabilkan konsentrasi di atmosfer dan berhenti memancarkan gas rumah kaca ke atmosfir, kami bisa melihat bahwa kenaikan permukaan laut akan tetap terus mengalami percepatan selama beberapa abad. Jadi perlu waktu 2-400 tahun sampai kita kembali ke level peningkatan 2 mm per tahun abad 20,” kata Aslak Grinsted.
Grinsted menunjukkan bahwa meskipun perhitungan jangka panjang tunduk pada ketidakpastian, laut akan terus meningkat di abad-abad mendatang dan kemungkinan yang paling besar adalah naik 75 cm pada tahun 2100 dan pada tahun 2500 laut akan meningkat hingga 2 meter.

Kredit: University of Copenhagen
Jurnal: S. Jevrejeva, J.C. Moore, A. Grinsted. Sea level projections to AD2500 with a new generation of climate change scenarios. Global and Planetary Change, 2011; DOI: 10.1016/j.gloplacha.2011.09.006


Api Abadi: Bahaya Kebakaran Bawah Tanah Alami (dan Buatan)

Di banyak tempat di dunia, api telah menyala dalam endapan batu bara bawah tanah dan bahan batuan mudah terbakar lainnya selama ratusan atau bahkan ribuan tahun. Api dalam endapan batu bara bawah tanah dinyalakan oleh petir, api permukaan, dan pembakaran spontan selama jutaan tahun. Api ini memakan bahan permukaan di atasnya, mengubahnya menjadi bahan rapuh tandus bernama clinker. Baru-baru saja, insiden api telah meningkat dramatis karena operasi pertambangan dan aktivitas manusia lainnya.
Ribuan kebakaran bawah tanah saat ini membakar planet kita, dengan sebagian besar ada di Asia, dimana diperkirakan sekitar 20 persen produksi batu bara tahunan China terbakar dalam kebakaran bawah tanah.
Kebakaran bawah tanah memberikan sejumlah bahaya. Pertama, mereka melepaskan gas beracun lewat retakan, patahan, dan bukaan lainnya ke permukaan. Uap ini membunuh tanaman dan mencemari udara dan memberi sejumlah besar gas rumah kaca ke atmosfer, karenanya menyumbang pada pemanasan global. Diperkirakan kalau jutaan ton karbon dioksida saja ditambahkan ke atmosfer per tahun oleh pembakaran batu bara bawah tanah. Volume karbon dioksida yang diproduksi per tahun oleh kebakaran batu bara bawah tanah di China diperkirakan sama dengan yang diproduksi oleh semua mobil dan truk kecil di Amerika Serikat.
Ketika kebakaran bawah tanah membakar sebuah wilayah, cadangan batu bara hilang dan menyisakan atap yang tidak ditopang dari cadangan sebelumnya. Hal ini menyebabkan ketidakstabilan, dan atap ini dapat rubuh ke ruang yang sebelumnya didiami batu bara. Keruntuhan tersebut sering meluas ke permukaan, dimana lubang hisap dan struktur runtuh lainnya dapat menelan lahan yang sebelumnya produktif. Dalam kasus dimana kebakaran terjadi dekat permukaan, subsidensi dapat terjadi ketika kebakaran, mengubah lahan menjadi seperti permukaan bulan yang penuh kawah dan clinker.
Kebakaran bawah tanah dapat terjadi lewat beberapa cara. Pertama, bila sebuah batuan mudah terbakar seperti batu bara terpapar permukaan, ia dapat dibakar oleh api atau petir di permukaan. Ketika terbakar, ia dapat menyebar ke bawah tanah dan terbakar selama puluhan, ratusan, atau ribuan tahun hingga seluruh bahan bakar habis. Satu kebakaran batu bara bawah tanah di Australia, yang disebut Burning Mountain, telah terbakar setidaknya sejak dua ribu tahun lalu. Kebakaran juga dapat terjadi secara spontan. Mineral dalam batu bara seperti pyrite melepaskan sejumlah kecil panas ketika terpapar ke oksigen. Bila batu bara berada dalam wilayah tertutup, seperti sebuah tambang atau rongga alami, maka panas dapat pula tertumpuk dan akhirnya membakar batu bara. Batu bara dan gambut bawah tanah juga dapat terbakar akibat kebakaran hutan dan sambaran petir, seperti yang membakar wilayah hutan di Indonesia tahun 1997, setelah bertahun-tahun kekeringan. Asap dari kebakaran hutan dan kebakaran bawah tanah di Indonesia tertiup melintasi samudera menuju Australia dan kepulauan Pasifik. Kebakaran bawah tanah yang dipicu oleh kebakaran permukaan di Indonesia terus terbakar hingga hari ini.
Manusia juga menjadi penyebab kebakaran bawah tanah lainnya. Sebagai contoh, kebakaran bawah tanah di tumpukan batu bara di Centralia, Pennsylvania, telah terbakar semenjak 1961 dan menghancurkan sebagian besar kota dalam jalur kebakaran. Kebakaran dipicu oleh sampah yang dibuang ke bekas pertambangan yang terbakar dan menyalakan tumpukan batu bara yang terpapar ke dinding tambang. Kebakaran menyebar lewat terowongan-terowongan yang ada yang memberi campuran sempurna antara bahan bakar, udara, dan panas. Ketika api bergerak menelusuri terowongan dan keluar sepanjang tumpukan batu bara, lahan di atasnya ikut terbakar dan berubah menjadi clinker. Pemerintah AS harus membeli lahan dan memindahkan seluruh warga Centralia, dengan biaya sekitar $40 juta.
Sangat sulit memadamkan api bawah tanah. Beberapa metode telah dicoba dengan kesuksesan yang terbatas. Pertama, penghalang dapat dibuat di terowongan untuk memblokir gerakan api, namun dalam banyak kasus api dapat membakar daerah sekitar penghalang. Terowongan dapat diisi dengan bahan padat atau busa, namun bila kebakaran telah berpindah dari terowongan ke tumpukan batu bara, hal ini juga tidak efektif. Gas yang tidak dapat terbakar juga dapat dipompakan ke dalam gua atau tambang untuk mencekik kebakaran dengan menghabiskan bahan bakarnya. Hal ini juga sulit, karena banyak tambang sangat berpori, dan gas tidak terbakar dapat kabur ke luar sementara oksigen dapat bergerak masuk. Dalam beberapa contoh, daerah permukaan pada kebakaran bawah tanah dibendung atau dibanjirkan, menyebabkan air meresap ke bawah tanah dan memadamkan api. Walau begitu, dalam sebagian besar kasus, kebakaran bawah tanah terus terjadi, dan penduduk sekitar harus beradaptasi dengan situasi yang ada. Banyak tumpukan batu bara di China dan India secara aktif ditambang saat ia terbakar, dan masyarakat sekitar bernafas dengan uap beracun.
Hidup di dekat kebakaran batu bara bawah tanah sangatlah berbahaya, seperti yang ditunjukkan oleh tambang Jharia di India, yang telah terbakar semenjak 1916. Kebakaran jangka panjang ini menyebabkan dinding tambang runtuh tahun 1995 dan melepaskan air permukaan ke dalam tambang. Serangan mendadak air menyebabkan ledakan uap, yang membunuh 60 penambang. Sungguhpun demikian, bencana ini tidak mencegah operasi lebih lanjut di tambang ini. Populasi di sekitar tambang telah berlipat dua dalam 20 tahun terakhir, memberi resiko yang lebih besar lagi.
Sumber
Kusky, T. 2008. Landslides: Mass Wasting, Soil, and Mineral Hazards. Facts on File.


Menyaksikan Gerakan Elektron dalam Molekul Selama Reaksi Kimia

Dalam percobaan, Wörner dan rekan-rekannya mengukur cahaya elektron sehingga dapat menyimpulkan informasi rinci tentang distribusi elektron dan evolusinya seiring waktu.
Sebuah kelompok riset yang dipimpin ETH Zurich, untuk pertama kalinya, berhasil memvisualisasikan gerakan elektron selama reaksi kimia. Temuan baru dalam percobaan yang sangat penting dan fundamental bagi fotokimia ini juga bisa membantu dalam desain sel surya menjadi lebih efisien.
Pada tahun 1999, Ahmed Zewail dianugerahi nobel dalam bidang kimia untuk studi reaksi kimia dengan menggunakan pulsa laser ultra-singkat. Zewail bisa menyaksikan gerakan atom, dan dengan demikian bisa memvisualisasikan keadaan transisi pada tingkat molekuler. Mampu menyaksikan dinamika elektron tunggal masih dianggap mimpi pada masa itu. Berkat perkembangan terbaru dalam teknologi laser dan penelitian dalam bidang spektroskopi attosecond (1 attosecond = 10?18 detik) penelitian ini telah berkembang pesat. Untuk pertama kalinya, Prof. Hans Jakob Wörner dari Laboratorium Kimia Fisik di ETH Zurich, bersama rekan-rekan dari Kanada dan Perancis, mampu merekam gerakan elektronik selama reaksi kimia. Percobaan ini dideskripsikan dalam edisi terbaru Science.
Tim peneliti menyinari molekul nitrogen dioksida (NO2) dengan pulsa ultraviolet yang sangat singkat. Selanjutnya, molekul mengambil energi dari pulsa yang mengatur elektron dalam gerakan. Elektron-elektron itu mulai menata ulang diri mereka sendiri, yang menyebabkan awan elektron berosilasi di antara dua bentuk yang berbeda dalam waktu yang sangat singkat, sebelum molekul mulai bergetar dan akhirnya terurai menjadi oksida nitrat dan sebuah atom oksigen.
Gambar ini menunjukkan titik potong kerucut dan dua keadaan elektronik molekul NO2 sebelum terdisosiasi. (Kredit: Wörner/ETH Zürich)

Titik Potong Kerucut
Nitrogen dioksida memiliki karakter model yang berkenaan dengan pemahaman gerakan elektronik. Dalam molekul NO2, dua keadaan elektron dapat memiliki energi yang sama untuk sebuah geometri tertentu – umumnya digambarkan sebagai titik potong kerucut. Titik potong kerucut sangat penting bagi fotokimia dan sering terjadi dalam proses kimia alami yang disebabkan oleh cahaya. Titik potong kerucut bekerja seperti saklar tukik. Misalnya, jika retina mata manusia disinari cahaya, elektron mulai bergerak, dan molekul retina mengubah bentuknya, yang akhirnya mengubah informasi cahaya menjadi informasi listrik bagi otak manusia. Aspek khusus tentang titik potong kerucut adalah bahwa gerakan elektron ditransfer menjadi gerakan atom yang sangat efisien.
Memotret elektron
Dalam artikel sebelumnya, Hans Jakob Wörner telah mempublikasikan bagaimana spektroskopi attosecond dapat digunakan untuk menyaksikan gerakan elektron. Pulsa ultraviolet lemah pertama mengatur elektron agar bergerak. Pulsa inframerah kuat kedua kemudian menghilangkan elektron dari molekul, mempercepat dan mendorongnya kembali ke molekul. Akibatnya, sebuah pulsa cahaya attosecond terpancarkan, membawa sebuah potret distribusi elektron dalam molekul. Wörner mengilustrasikan prinsip spektroskopi attosecond sebagai berikut: “Percobaan ini dapat dibandingkan dengan foto-foto, misalnya, gambar peluru yang ditembakkan melalui apel. Peluru itu akan terlalu cepat bagi penutup kamera, sehingga menghasilkan gambar yang buram. Dengan demikian, penutupnya dibiarkan terbuka dan gambar diterangi dengan cahaya berkedip, yang lebih cepat daripada peluru. Begitulah cara kami memperoleh potret tersebut.”
Dari percobaan hingga ke sel surya
Ketika elektron kembali ke molekul, ia melepaskan energi dalam bentuk cahaya. Dalam percobaan, Wörner dan rekan-rekannya mengukur cahaya elektron sehingga dapat menyimpulkan informasi rinci tentang distribusi elektron dan evolusinya seiring waktu. Informasi ini mengungkap rincian mekanisme reaksi kimia yang tidak bisa diakses pada sebagian besar teknik-teknik eksperimental sebelumnya. Percobaan pada NO2 membantu memahami proses-proses fundamental dalam molekul dan merupakan ekstensi ideal bagi simulasi komputer untuk proses fotokimia: “Apa yang membuat percobaan kami begitu penting adalah, hal ini memverifikasi model teoritis,” kata Wörner. Kepentingan besar dalam proses fotokimia tidaklah mengejutkan, sebagaimana area penelitian ini bertujuan untuk pengembangan sel surya dan membuat fotosintesis buatan menjadi hal yang mungkin.

Kredit: ETH Zürich
Jurnal: H. J. Worner, J. B. Bertrand, B. Fabre, J. Higuet, H. Ruf, A. Dubrouil, S. Patchkovskii, M. Spanner, Y. Mairesse, V. Blanchet, E. Mevel, E. Constant, P. B. Corkum, D. M. Villeneuve. Conical Intersection Dynamics in NO2 Probed by Homodyne High-Harmonic Spectroscopy. Science, 2011; 334 (6053): 208 DOI: 10.1126/science.1208664

Bagaimana Zebra Memperoleh Belangnya

Dengan hanya mengutak-atik satu gen yang membatasi seberapa cepat dan seberapa jauh sel-sel bisa berenang, para peneliti mampu mengontrol jumlah cincin pada bakteri.
Banyak makhluk hidup yang memiliki belang, namun proses perkembangan yang menciptakannya beserta pola-pola lainnya merupakan hal yang kompleks dan sulit untuk diuraikan.
Sekarang, sebuah tim ilmuwan telah merancang sirkuit genetik sederhana yang menciptakan pola bergaris yang bisa mereka kontrol dengan mengutak-atik sebuah gen tunggal.
“Komponen-komponen penting bisa dikuburkan dalam konteks fisiologis yang kompleks,” kata Terence Hwa, seorang profesor fisika di Universitas California, San Diego, dan salah satu pemimpin studi yang dipublikasikan dalam Science, 14 Oktober. “Sistem alam membuat segala macam pola yang indah, namuan masalahnya adalah Anda tidak pernah tahu apa yang benar-benar mengendalikannya.”
Dengan gen-gen yang diperoleh dari satu spesies bakteri dan dimasukkan ke yang lainnya, Hwa bersama rekan-rekannya dari Universitas Hong Kong merakit sebuah lingkaran genetik dari dua modul terkait yang merasakan bagaimana gerombolan sekelompok sel terbentuk dan melakukan respon dengan mengendalikan gerakan mereka.
Dengan memulai beberapa titik, bakteri yang dipandu oleh sirkuit genetik sederhana dapat menciptakan pola-pola yang rumit. (Kredit: University of California - San Diego)
Salah satu modulnya mengeluarkan sinyal kimia yang disebut acyl-homoserine lactone (AHL). Seiring pertumbuhan koloni bakteri, AHL membanjiri sel-sel yang terakumulasi, menyebabkan mereka jatuh di tempatnya daripada berenang. Terjebak dalam agar-agar hidangan, mereka menjadi menumpuk.
Karena AHL tidak menyebar sangat jauh, beberapa sel melarikan diri dan berenang menjauh untuk memulai proses lagi.
Dibiarkan tumbuh dalam semalam, sel-sel ini menciptakan pola cincin konsentris, mirip papan target, yang padat dan menyebarkan sel-sel bakteri. Dengan hanya mengutak-atik satu gen yang membatasi seberapa cepat dan seberapa jauh sel-sel bisa berenang, para peneliti mampu mengontrol jumlah cincin pada bakteri. Mereka juga dapat memanipulasi pola dengan memodifikasi seberapa lama AHL berlangsung sebelum terdegradasi.
Meskipun bakteri individu merupakan sel tunggal, namun sebagai koloni mereka mampu bertindak seperti sebuah organisme multiseluler, mengirim dan menerima sinyal untuk mengkoordinasikan pertumbuhan dan fungsi-fungsi lain koloni. Artinya, aturan-aturan dasar yang mengatur pengembangan pola-pola ini juga bisa berlaku pada langkah-langkah penting dalam pengembangan organisme lain, seperti zebra, macan tutul dan lain-lain.
Untuk mengungkap aturan-aturan mendasar ini, Hwa bersama rekan-rekannya menandai kinerja sitkuit sintetis genetik mereka ini dalam dua cara.
Pertama, mereka mengukur kedua aktivitas gen individu dalam sirkuit sepanjang siklus jatuh-dan-berenang. Kemudian mereka menurunkan persamaan matematika yang menggambarkan probabilitas sel-sel yang membalik di antara gerakan berenang dan jatuh.
Persamaan-persamaan tambahan menjelaskan aspek-aspek lain dari sistem, seperti dinamika sintesis, difusi dan penonaktifan salah satu sinyal kimia sel-ke-sel AHL.
Pendekatan tiga-cabang dari eksperimen “lab-basah”, pengukuran yang tepat terhadap hasil, dan pemodelan matematika terhadap sistem ini, mencirikan disiplin dalam biologi kuantitatif, kata Hwa. “Ini adalah prototipe, sebuah model jenis biologi yang ingin kami lakukan.”

Kredit: University of California – San Diego
Jurnal: C. Liu, X. Fu, L. Liu, X. Ren, C. K. L. Chau, S. Li, L. Xiang, H. Zeng, G. Chen, L.-H. Tang, P. Lenz, X. Cui, W. Huang, T. Hwa, J.-D. Huang. Sequential Establishment of Stripe Patterns in an Expanding Cell Population. Science, 2011; 334 (6053): 238 DOI: 10.1126/science.1209042


Dari Paus Biru Hingga Cacing Tanah, Mekanisme Umum Memberi Bentuk bagi Mahkluk Hidup

Sistem ini adalah jam "mekanik" pertama yang pernah ditemukan dalam genetika. Dan ini menjelaskan mengapa sistem begitu sangat tepat.
Mengapa tangan kita tidak tumbuh di tengah tubuh kita? Pertanyaan ini tidak sesederhana yang terlihat. Vertebra, tungkai, tulang rusuk, tulang ekor … hanya dalam dua hari, semua elemen ini mengambil tempatnya masing-masing pada embrio, di tempat yang tepat dan dengan ketepatan jam Swiss. Penasaran dengan keandalan yang luar biasa dari mekanisme ini, para ahli biologi telah lama bertanya-tanya bagaimana cara kerjanya. Sekarang, para peneliti dari EPFL (Ecole Polytechnique Federale de Lausanne) dan Universitas Jenewa (Unige) telah memecahkan misteri itu.
Penemuan mereka ini dipublikasikan dalam jurnal Science, 13 Oktober 2011.
Embrio membangun satu lapisan pada suatu waktu
Selama pengembangan embrio, semuanya terjadi pada waktu tertentu. Pada sekitar 48 jam, ia akan bertumbuh dari atas ke bawah, satu irisan pada suatu waktu – para ilmuwan menyebutnya sebagai segmentasi embrio. “Kita terdiri dari tiga puluh irisan horisontal,” jelas Denis Duboule, seorang profesor di EPFL dan Unige. “Irisan-irisan ini lebih atau kurang sesuai dengan jumlah tulang yang kita miliki.”
Setiap setengah jam, segmen baru dibangun. Gen-gen yang sesuai dengan vertebra servikal, vertebra torakalis, tulang belakang lumbal dan tulang selangka menjadi aktif pada saat yang tepat satu demi satu. “Jika waktunya tidak mengikuti suratan tersebut, Anda akan berakhir dengan rusuk yang keluar dari vertebra lumbal Anda,” lelucon Duboule. Bagaimana gen tahu untuk memulai sendiri ke dalam tindakan yang sinkron dengan sedemikian rupa sempurna? “Kami berasumsi bahwa DNA memainkan peran seperti jam. Tapi kami tidak paham bagaimana.”
Ini adalah diagram dari mekanisme untuk pembentukan. Paus biru dan cacing tanah memiliki mekanisme pembentukan biologis yang sama. Para peneliti EPFL telah menemukan rahasianya. (Kredit: Pascal Coderay, EPFL)

Ketika DNA bertindak seperti jam mekanik
Gen yang sangat spesifik, yang dikenal sebagai “Hox”, terlibat dalam proses ini. Bertanggung jawab dalam pembentukan anggota badan dan kolom tulang belakang, mereka memiliki karakteristik yang luar biasa. “Gen-gen Hox terletak persis setelah satu sama yang lainnya pada strain DNA, dalam empat kelompok. Pertama leher, kemudian dada, lalu lumbalis, dan sebagainya,” jelas Duboule. “Pengaturan yang unik ini pasti memainkan peran.”
Prosesnya sungguh sederhana. Pada momen pertama embrio, gen-gen Hox yang tidak aktif, dikemas seperti benang spul pada DNA. Ketika waktunya tepat, strain mulai bersantai. Ketika embrio mulai membentuk tingkat atas, gen menyandikan pembentukan vertebra serviks keluar dari spul dan menjadi aktif. Kemudian giliran vertebra torakalis, dan begitu seterusnya sampai ke tulang selangka. Strain DNA bertindak sedikit seperti punchcard komputer kuno, memberi instruksi khusus seolah secara progresif berjalan melalui mesin.
“Sebuah gen baru keluar dari spul setiap sembilan puluh menit, sesuai dengan waktu yang diperlukan untuk lapisan baru embrio dibangun,” jelas Duboule. “Butuh dua hari bagi strain untuk benar-benar bersantai, ini adalah waktu yang sama dengan yang dibutuhkan semua lapisan embrio selesai terbentuk.”
Sistem ini adalah jam “mekanik” pertama yang pernah ditemukan dalam genetika. Dan ini menjelaskan mengapa sistem begitu sangat tepat.
Penemuan ini merupakan hasil dari kerja selama bertahun-tahun. Di bawah arahan Duboule dan Daniel Noordermeer, tim riset menganalisis ribuan gulungan gen Hox. Dengan bantuan dari Institut Swiss untuk Bioinformatika, para ilmuwan mampu menyusun sejumlah besar data dan model struktur spul.
Ular: garis perakitan vertebral
Proses yang ditemukan di EPFL dibagi berdasarkan pada berbagai makhluk hidup, dari manusia hingga beberapa jenis cacing, dari paus biru hingga serangga. Struktur semua hewan-hewan ini – distribusi vertebra, tungkai dan lampiran lainnya di sepanjang tubuh mereka – diprogram seperti lembaran musik piano oleh urutan gen Hox di sepanjang untai DNA.
Tubuh ular yang berliku-liku adalah ilustrasi yang sempurna. Beberapa tahun yang lalu, Duboule menemukan adanya kecacatan gen Hox pada hewan ini, yang biasanya menghentikan proses pembuatan vertebra.
“Sekarang kami tahu apa yang terjadi. Proses ini tidak berhenti, dan embrio ular hanya terus membuat tulang belakang, semuanya identik, sampai akhirnya proses kehabisan uapnya.”
Jam Hox mendemonstrasi kompleksitas evolusi yang luar biasa. Salah satu properti penting dari mekanisme stabilitas yang ekstrim, jelas Duboule. “Jam sirkadian atau menstruasi melibatkan kimiawi yang kompleks. Mereka dapat beradaptasi dengan konteks perubahan, tapi dalam pengertian umum yang cukup tepat. Mekanisme yang telah kami temukan ini jauh lebih stabil dan tepat. Bahkan perubahan terkecil akan berakhir menuju munculnya spesies baru.”

Kredit: Ecole Polytechnique Fédérale de Lausanne
Jurnal: D. Noordermeer, M. Leleu, E. Splinter, J. Rougemont, W. De Laat, D. Duboule. The Dynamic Architecture of Hox Gene Clusters. Science, 2011; 334 (6053): 222 DOI: 10.1126/science.1207194


Memberi Makan Dunia Sekaligus Melindungi Bumi

"Untuk pertama kalinya, kami telah menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk memberi makan dunia yang lapar sekaligus melindungi planet yang terancam ini."
Masalahnya sangat mencolok: Satu miliar orang di bumi tidak memiliki cukup makanan saat ini. Diperkirakan pada tahun 2050 akan ada lebih dari sembilan miliar manusia yang hidup di planet ini.
Sementara itu, praktek pertanian saat ini justru merupakan salah satunya yang menjadi ancaman terbesar bagi lingkungan global. Artinya, jika kita tidak mengembangkan praktek-praktek yang lebih berkelanjutan, planet ini akan semakin kurang mampu untuk memberi makan populasi yang kian bertumbuh dibandingkan saat ini.
Tapi kini, tim peneliti dari Kanada, AS, Swedia dan Jerman telah hadir dengan rencana untuk melipatgandakan produksi pangan dunia sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari pertanian. Temuan mereka baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal Nature.
Dengan menggabungkan informasi yang dikumpulkan dari catatan tanaman dan gambar satelit dari seluruh dunia, mereka mampu menciptakan model-model baru sistem pertanian dan dampak lingkungannya yang benar-benar dalam lingkup global.
Profesor geografi McGill, Navin Ramankutty, salah satu pemimpin tim studi tersebut, turut berkolaborasi di antara peneliti untuk mencapai hasil penting tersebut. “Banyak sarjana dan pemikir lain yang telah mengusulkan solusi untuk masalah pangan dan lingkungan global. Namun mereka seringkali terfragmentasi, hanya melihat satu aspek dari masalah pada satu waktu. Dan mereka sering tidak memiliki spesifik dan angka-angka untuk mendukung mereka. Ini adalah pertama kalinya berbagai data telah dibawa bersama di bawah satu kerangka umum, dan ini memungkinkan kita untuk melihat beberapa pola yang jelas. Ini menjadi lebih mudah untuk mengembangkan beberapa solusi konkret bagi masalah-masalah yang kita dihadapi.”
Ini adalah peta global yang menunjukkan bagaimana lahan pertanian didistribusikan. (Kredit: Navin Ramankutty)

Sebagai rencana lima-poin untuk memberi makan dunia sekaligus melindungi planet ini, para peneliti merekomendasikan:
  1. Menghentikan perluasan lahan pertanian dan pembukaan lahan untuk tujuan pertanian, khususnya di hutan-hutan tropis. Hal ini bisa dicapai dengan menggunakan insentif seperti pembayaran untuk jasa ekosistem, sertifikasi dan ekowisata. Perubahan ini akan menghasilkan manfaat lingkungan yang besar tanpa memotong secara dramatis ke dalam produksi pertanian atau kesejahteraan ekonomi.
  2. Meningkatkan hasil pertanian. Banyak kawasan pertanian di Afrika, Amerika Latin dan Eropa Timur yang tidak mencapai potensi untuk memproduksi tanaman – sesuatu yang dikenal sebagai “kesenjangan panen”. Dengan meningkatkan penggunaan varietas tanaman yang ada, manajemen yang lebih baik dan pengembangan genetika, akan mampu meningkatkan produksi pangan saat ini hampir sebesar 60 persen.
  3. Penyuburan tanah dengan lebih strategis. Penggunaan air, nutrisi dan bahan kimia pertanian saat ini menimbulkan masalah yang oleh para peneliti disebut sebagai “Masalah Goldilocks”: terlalu banyak di beberapa tempat, terlalu sedikit di tempat lainnya, jarang yang benar-benar tepat. Realokasi strategis secara substansial dapat meningkatkan manfaat yang kita dapatkan dari masukan-masukan yang berharga.
  4. Pergeseran pola makan. Bertambahnya pakan ternak atau biofuel di lahan pertanian utama, tidak peduli seberapa besar efisiensinya, malah menguras pasokan makanan bagi manusia. Dengan mendedikasikan lahan pertanian untuk mengarahkan produksi makanan manusia dapat meningkatkan kalori yang dihasilkan per orang sebanyak hampir 50 persen. Bahkan penggeseran non-pangan, yang menggunakan pakan hewan atau produksi biofuel, jauh dari lahan pertanian utama bisa membuat perbedaan yang besar.
  5. Mengurangi limbah. Satu-sepertiga dari makanan yang diproduksi oleh peternakan biasanya dibuang, disia-siakan atau dibiarkan dimakan oleh hama. Dengan memanfaatkan makanan yang tersia-sia ini bisa meningkatkan makanan yang tersedia untuk konsumsi lain hingga 50 persen.
Penelitian ini juga menguraikan pendekatan terhadap masalah yang akan membantu para pembuat kebijakan dalam mengambil keputusan informasi tentang pilihan yang dihadapi pertanian mereka. “Untuk pertama kalinya, kami telah menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk memberi makan dunia yang lapar sekaligus melindungi planet yang terancam ini,” kata pemimpin penulis Jonathan Foley, kepala dari Institut Lingkungan University of Minnesota. “Ini memerlukan kerja yang serius. Tapi kita bisa melakukannya.”
Penelitian ini didanai oleh NSERC, NASA, NSF.

Kredit: McGill University
Jurnal: Jonathan A. Foley, Navin Ramankutty, Kate A. Brauman, Emily S. Cassidy, James S. Gerber, Matt Johnston, Nathaniel D. Mueller, Christine O’Connell, Deepak K. Ray, Paul C. West, Christian Balzer, Elena M. Bennett, Stephen R. Carpenter, Jason Hill, Chad Monfreda, Stephen Polasky, Johan Rockström, John Sheehan, Stefan Siebert, David Tilman, David P. M. Zaks. Solutions for a cultivated planet. Nature, 2011; DOI: 10.1038/nature10452

Kulit Gatal dan Mata Kedutan Itu Tanda Stres

Tekanan hidup dan beban pekerjaan sering menyebabkan stres. Dampaknya bisa buruk bagi sistem pencernaan seperti iritasi organ pencernaan bahkan penyakit kardiovaskular dan stroke. Sayangnya, kita sering tidak menyadari bahwa sebenarnya ada gejala dan tanda kita terkena stres.
* Rahang nyeri
Bukan hanya karena sakit gigi, stres secara emosional dapat membuat otot-otot rahang sakit. Gejala ini biasanya terjadi ketika bangun atau tidur. Secara umum, perhatikan apa yang pernah Anda alami, sehingga ketika gejala itu kembali Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Fokuskan pada merelaksasikan rahan ketika Anda merasa panik.
* Kulit gatal
Stres membuat perubahan pada sel-sel kekebalan yang ditemukan di kulit dan membuatnya lebih aktif. Stres bisa mengakibatkan beberapa kondisi seperti psoriasis, rosacea, dan atau lebih buruk lagi, eksim. Jika kulit terasa gatal akhir-akhir ini, perhatikan tingkat stres dalam hidup Anda, dan segera mengambil langkah untuk meminimalkan. Anda juga bisa mengunjungi seorang dokter spesialis kulit untuk membantu memecahkan masalah ini.
* Mata kedutan
Meskipun penyebab pasti dari mata kedutan tidak diketahui, bisa jadi ini tanda bahwa Anda perlu beristirahat dan santai. Kadang-kadang kedutan akan hilang setelah tidur nyenyak di malam hari, namun juga bisa terjadi hingga tiga minggu. Kelelahan dan berlebihan konsumsi kafein bisa menjadi penyumbang utama mata kedutan. Mengurangi hal yang bisa membuat stres adalah cara utama menghentikan kedutan ini.
* Nyeri pada gusi
Stres meningkatkan kadar hormon kortisol, yang pada akhirnya menciptakan sensasi terbakar di sebluruh tubuh termasuk gusi. Hal ini juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang memicu pertumbuhan bakteri di mulut dan memicu iritasi serta peradangan pada gusi. Selain menggosok gigi dan berkumur dengan cairan pembersih, tingkatkan sistem kekebalan tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang, cukup tidur dan konsumsi multivitamin.
* Mual
Stres juga bisa memicu ketidaknyamanan di perut. Tingkat stres yang tinggi menunjukkan peningkatan gejala seperti sakit perut, yang sebagian disebabkan hormon yang dilepaskan akibat dari stres atau kecemasan.
Tubuh menghasilkan reaksi pertahanan dari stres, yang bisa memicu jantung berdebar dan adrenalin meningkat. Olahraga adalah cara yang bagus untuk memerangi stres, termasuk mual. Makanan juga berperan penting. Jadi kurangi konsumsi kopi dan jauhi makanan yang memakai banyak bumbu.

SK. 511/Menhut-V/2011

Tentang
Penetapan Peta Daerah Aliran Sungai

Untuk Lampiran Peta Wilayah dapat dilihat pada dephut.go.id

10 pohon terbesar di dunia

1. General Sherman Tree
haxims.blogspot.com
Lokasi pohon ini ada di hutan Giant Forest di amrik sono. Dengan tinggi 275 feet (83.8 metres) dan volume 1487 m3. Umur pohon ini sekitar 2500-2700 tahun
2. General Grant Tree
haxims.blogspot.com
Lokasi pohon ini ada di hutan Grant Grove di Kings Canyon National Park sono. Dengan tinggi 267.4 feet (81.5 metres) dan volume 1,320 m3. Umur pohon ini sekitar 2000 tahun
3. President Tree
haxims.blogspot.com
Lokasi pohon ini ada di hutan Giant Forest di amrik sono. Dengan tinggi 241.0 feet (73.5 metres) dan volume 1,278 m3. Umur pohon ini sekitar 2500-3000 tahun
4. Lincoln Tree
haxims.blogspot.com
Lokasi pohon ini ada di hutan Giant Forest di amrik sono. Dengan tinggi 256.1 feet (80,0 metres) dan volume 1,259 m3. Umur pohon ini sekitar 2500-3000 tahun
5. Stagg Tree
haxims.blogspot.com
Lokasi pohon ini ada di hutan Alder Creek Grove. Dengan tinggi 243.0 feet (74.1 metres) dan volume 1,205 m3. Umur pohon ini sekitar 2500-3000 tahun
6. Boole Tree
haxims.blogspot.com
Lokasi pohon ini ada di hutan Converse Basin grove di Sequoia National Forest. Dengan tinggi 268.8 feet (81.9 metres) dan volume 1,204 m3. Umur pohon ini sekitar 2000 tahun
7. Franklin Tree
haxims.blogspot.com
Lokasi pohon ini ada di hutan Giant Forest di amrik. Dengan tinggi 224.0 feet (68.3 metres) dan volume 1,169 m3. Umur pohon ini sekitar 2000 tahun
8. King Arthur Tree
haxims.blogspot.com
Lokasi pohon ini ada di hutan Garfield Grove. Dengan tinggi 270.3 feet (82.4 metres) dan volume 1151 m3. Umur pohon ini sekitar 2000 tahun
9. Monroe Tree
haxims.blogspot.com
Lokasi pohon ini ada di hutan Giant Forest. Dengan tinggi 247.0 feet (75.5 metres) dan volume 1183 m3. Umur pohon ini sekitar 2000 tahun
10. Genesis Tree   
haxims.blogspot.com
Lokasi pohon ini ada di hutan Mountain Home Grove. Dengan tinggi 253.0 feet (78.5 metres) dan volume 1148 m3. Umur pohon ini sekitar 2000 tahun

http://www.detikpertama.com/2011/10/10-pohon-terbesar-di-dunia.html

10 Hewan Paling Mematikan

Inilah dia daftar 10 Hewan paling mematikan berdasarkan banyaknya korban yang ada, daftar itu sebagai berikut:
10. Katak Panah Beracun

Katak ini memiliki cairan beracun yang dapat membunuh 10 orang sekaligus dan sangat pintar menyamar. Banyak ditemukan di Amerika Selatan bagian tengah.

9. Kerbau Africa

Hewan ini memiliki berat 1,5 tons dan jika sedang marah akan menusuk dengan kedua tanduknya yang tajam. Jika berdiri akan memiliki tinggi 1,7 meter dan memiliki panjang 2,8 meter. Banyak ditemukan di Africa.

8. Beruang Kutub

Hewan yang paling buas di Kutub Utara, sangat suka memakan gajah laut, selain itu juga memakan walrus, paus, dan hewan lainnya.

7. Gajah Africa

Gajah dengan taring besar kurang bersahabat dengan sebagaian orang. Setiap tahunnya membunuh kurang lebih 500 orang dengan cara menimpa. Hewan ini memiliki berat 16 ton.

6. Buaya Air Asin

Memiliki berat 1,6 ton dan dapat membunuh seekor kerbau dengan cepat, dia dapat berpindah secepat lumba-lumba dan dapat membunuh suatu mangsa kurang 1 menit.

5. Singa Africa

Hewan seperti macan yang dapat membunuh 70 orang per tahun.

4. Hiu Putih Besar

Memiliki berat 5 ton. Sebenarnya hiu bukan memangsa manusia, tetapi karena ia kelaparan atau diganggu keberadaanya. Hiu membunuh beberapa orang dan anjing setiap tahunnya.

3. Ubur-ubur Kotak

Hewan ini meiliki kurang lebih 60 tentacle dan memiliki panjang 15 kaki. Tentaclenya mengandung racun yang dapat membunuh 50 orang. Sejak tahun 1884 sudah ada 5.567 orang yang menjadi korban hewan ganas ini.

2. Ular Cobra Asia

Bisanya mampu membunuh korban sebanyak 50 ribu jiwa setiap tahunnya.

1. Nyamuk

Nyamuklah yang membawa virus malaria. Dan setiap tahunnya membunuh 2 milliar jiwa per tahun, dan menyebarkan penyakit ke 70 milliar jiwa di dunia per tahun.

http://www.detikpertama.com/2011/09/10-hewan-paling-mematikan.html

10 Kota Mati Paling Mengerikan di Dunia

Di bawah ini beberapa kotaGunkanjima1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati.

1. Kolmanskop

Kolmanskop adalah sebuah kota hantu di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Pada tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah. Dalam dua tahun terciptalah sebuah kota lengkap dengan segala prasarananya seperti kasino, sekolah, rumah sakit, juga dengan bangunan tempat tinggal yang eksklusif yang berdiri di lahan yang dulunya tandus dan merupakan padang pasir.

Tetapi setelah Perang Dunia I, jual beli berlian menjadi terhenti, ini merupakan permulaan berakhirnya semuanya. Sepanjang tahun 1950 kota mulai ditinggalkan.









2. Prypiat

Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang berharga, pakaian dan lain-lain semua seperti kebanyakan milik keluarga-keluarga pada umumnya.









3. San Zhi

Disebelah Utara Taiwan, terdapat sebuah kampung yang futuristic, pada awalnya dibangun sebagai sebuah tempat peristirahatan yang mewah bagi kaum kaya. Bagaimanapun, setelah terjadi banyak kecelakaan yang fatal pada masa pembangunannya akhirnya proyek tersebut dihentikan. Setelah mengalami kesulitan dana dan kesulitan para pekerja yang mau mengerjakan proyek tersebut akhirnya pembangunan resort tersebut benar-benar dihentikan ditengah jalan.

Desas-desus kemudian bermunculan, banyak yang bilang kawasan kampung tersebut menjadi tempat tinggal para hantu, dari mereka yang sudah meninggal.









4. Craco
Terletak didaerah Basilicata dan provinsi Matera sekitar 25 mil dari teluk Taranto. Kota pertengahan ini mempunyai area yang khas dengan dipenuhi bukit yang berombak-ombak dan hamparan pertanian gandum serta tanaman pertanian lainnya. Ditahun 1060 ketika kepemilikan lahan Craco dimiliki oleh uskup Arnaldo pimpinan keuskupan Tricarico. Hubungan yang berjalan lama dengan gereja membawa pengaruh yang banyak kepada seluruh penduduk.

Di tahun 1891 populasi penduduk Craco lebih dari 2000 orang, waktu itu mereka banyak dilanda permasalahan social dan kemiskinan yang banyak membuat mereka putus asa, antara tahun 1892 dan 1922 sekitar 1300 orang pindah ke Amerika Utara. Kondisi pertanian yang buruk ditambah dengan bencana alam gempa bumi, tanah longsor serta peperangan inilah yang menyebabkan mereka bermigrasi massal.

Antara tahun 1959 dan 1972 Craco kembali diguncang gempa dan tanah longsor.

Di tahun 1963 sisa penduduk sekitar 1300 orang akhirnya dipindahkan ke suatu lembah dekat Craco Peschiera, dan sampai sekarang Craco yang asli masih tertinggal dalam keadaan hancur dan menyisakan kebusukan sisa-sisa peninggalan









5. Oradour Sul Glane
Perkampungan kecil Oradour Sul Glane di Perancis menunjukan sebuah kondisi keadaan yang sangat mengerikan. Selama perang dunia ke II, 642 penduduk dibantai oleh tentara Jerman sebagai bentuk pembalasan atas terhadap perlakuan Perancis waktu itu. Jerman yang waktu itu sebenarnya berniat menyerang daerah di dekat Oradour Sul Glane tapi akhirnya mereka menyerang perkampungan kecil tersebut pada tanggal 10 Juni 1944.









6. Pulau Hashima (Pulau Perbatasan)

Pulau ini adalah salah satu dari 505 pulau tak berpenghuni di Nagasaki Daerah Administratsi Jepang, sekitar 15 kilometer dari Nagasaki. Pulau ini juga dikenal sebagai “Gunkan Jima” atau pulau kapal perang.

Pada tahun 1890 ketika suatu perusahaan (Mitsubishi) membeli pulau tersebut dan memulai proyek untuk mendapatkan batubara dari dasar laut di sekitar pulau tersebut.

Di tahun 1916 mereka membangun beton besar yang pertama di pulau tersebut, sebuah blok apartemen dibangun untuk para pekerja dan juga berfungsi untuk melindungi mereka dari angin topan.

Pada tahun 1959, populasi penduduk pulau tersebut membengkak, kepadatan penduduk waktu itu mencapai 835 orang per hektar untuk keseluruhan pulau (1.391 per hektar untuk daerah pusat pemukiman), sebuah populasi penduduk terpadat yang pernah terjadi di seluruh dunia. Ketika minyak tanah menggantikan batubara tahun 1960, tambang batu bara mulai ditutup, tidak terkecuali di Gunkan Jima, di tahun 1974 Mitsubishi secara resmi mengumumkan penutupan tambang tersebut, dan akhirnya mengosongkan pulau tersebut.

Pada tahun 2003 pulau ini dimbil sebagai setting film “Battle Royal II” dan mengilhami sebuah game popular “Killer7”.







7. Kadykchan

Kadykchan merupakan salah satu kota kecil di Rusia yang hancur saat runtuhnya Uni Soviet. Penduduk terpaksa berjuang untuk mendapatkan akses untuk memperoleh air, pelayanan kesehatan dan juga sekolah. Mereka harus keluar dari kota itu dalam jangka waktu 2 minggu, untuk menempati kota lain dan menempati rumah baru.

Kota dengan penduduk sekitar 12.000 orang yang rata-rata sebagai penambang timah ini dikosongkan. Mereka meninggalkan rumah mereka dengan segala perabotannya. Jadi anda dapat menemukan mainan, buku, pakaian dan berbagai barang didalam kota yang kosong.









8. Kowloon

Kota besar Kowloon yang terletak di luar Hongkong, China. Dulunya diduduki oleh Jepang selama perang dunia II, yang kemudian diambil alih oleh penduduk liar setelah Jepang menyerah. Pemerintahan Inggris ingin China bertanggung jawab terhadap kota ini, karena kota tersebut menjadi kota yang tidak beraturan dan tidak taat pada hukum pemerintah.

Populasi tidak terkendali, penduduk membangun koridor lybirint yang setinggi jalan yang penuh tersumbat oleh sampah, bangunan yang sangat tinggi sehingga membuat cahaya matahari tidak bisa menyinari. Seluruh kota disinari dengan neon.

Kota tersebut penuh dengan rumah pelacuran, kasino, rumah madat dan obat bius dan kokain, banyak terdapat makanan-makanan dari daging anjing dan juga terdapat pabrik-pabrik rahasia yang tidak terganggu oleh otoritas.

Keadaan ini akhirnya berakhir ketika di tahun 1993, diambil keputusan oleh pemerintah Inggris dan otoritas China untuk menghentikan semua itu.







9.Varosha

Varosha adalah sebuah daerah yang tidak diakui oleh republic Cyprus Utara. Sebelum tahun 1974 Turki menginvasi Cyprus, daerah ini merupakan daerah wisata modern di kota Famagusta. Pada tiga dekade terakhir, kota ini ditinggalkan dan menjadi kota mati. Di tahun 1970-an, kota ini menjadi kota tujuan wisata utama di Cyprus. Untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada para wisatawan, kota ini membangun berbagai bangunan mewah dan hotel.

Ketika tentara Turki menguasai daerah tersebut, mereka menjaga dan memagari daerah tersebut, tidak boleh ada yang keluar masuk kota tersebut tanpa seijin dari tentara Turki dan tentara PBB. Rencana untuk kembali mengembalikan Varosha ke tangan kendali Yunani, namun rencana tersebut tidak pernah terwujud. Hampir selama 34 tahun kota tersebut dibiarkan dan tidak ada perbaikan. Perlahan bangunan-bangunan tersebut hancur, metal mulai berkarat, jedela pecah, dan akar-akar tumbuhan menembus dinding dan trotoar. Kura-kura bersarang di pantai yang ditinggalkan.

Di tahun 2010 Pemerintahan Turki bermaksud untuk membuka kembali Varosha untuk para turis dan kota kembali bisa didiami dan akan menjadi salah satu kota yang paling berpengaruh di utara pulau









10 . Kota Agdam

Kota besar Agdam di Azerbaijan adalah salah satu kota besar yang populasi penduduknya mencapai 150.000 orang. Namun kemudian hilang setelah pada tahun 1993 sepanjang perang Nagorno Karabakh. Walaupun kota ini tidak secara langsung menjadi basis peperangan, namun kota ini tetap mendapatkan efek dari perang tersebut, dengan menjadi korban dari sikap para Armenians yang merusak kota tersebut. Bangunan-bangunan dirusak dan akhirnya ditinggalkan penghuninya, hanya menyisakan masjid-masjid yang masih utuh berdiri. Penduduk Agdam sendiri sudah berpindah ke area lain, seperti ke Iran.









 

http://www.detikpertama.com/2011/09/10-kota-mati-paling-mengerikan-di-dunia.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...