Senin, Mei 20, 2019

Tol Trans Sumatera Siap Digunakan Saat Mudik Lebaran

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, jalan tol Trans Sumatera sepanjang 503 kilometer (km) siap digunakan saat Mudik Lebaran 2019. Tol tersebut terdiri dari tol perasional sepanjang 278 km yakni 

Tol Bakaheuni-Terbanggi Besar sepanjang 140,9 km, 
Palembang-Indralaya sepanjang 21,93 km, 
tol Medan-Binjai Seksi 2 dan Seksi 3 sepanjang 10,46 km, 
tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 62,11 km dan 
tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa sepanjang 42,7 km.

Selain itu, Kementerian PUPR juga akan membuka tol fungsional sepanjang 225 km, yang terdiri tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang sepanjang 189 km, tol Kayuagung-Palembang-Betung sepanjang 33 km, dan tol Medan-Binjai Seksi 1 sepanjang 2,8 km.

Untuk melihat kesiapan ruas tol yang fungsional, Kementerian PUPR melakukan pemantauan kesiapan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 185 Km.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan, menjelang arus mudik lebaran 2019, pihaknya terus memantau secara rutin jalan tol ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung hingga H-10 perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Kita terus lihat perkembangannya, guna memastikan kesiapan jalan tol ini dapat di lalui secara fungsional," jelasnya.

Pada Jalan Tol Trans Sumatera terdapat 1 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar KM 20+700. ‎Selain jalan tol, ruas jalan nasional sepanjang 7.918 km di Sumatera juga siap digunakan saa mudik Lebaran nanti.

Ruas ini terdiri dari Jalan Lintas Barat 2.563 km kondisi mantap 97 persen, Jalan Lintas Timur 3.017 km kondisi mantap 93 persen dan Jalan Lintas Tengah 2.338 km kondisi mantap 94 persen. Kementerian PUPR melalui Badan Pengaturan Jalan Tol ‎(BPJT) juga telah menetapkan tarif tol Trans Jawa yang beroperasi secara komersil.

Berikut daftar tarif tol Trans Jawa 2019, khususnya untuk kendaraan golongan I:

Merak-Probolinggo
1. Merak-Probolinggo Rp 775.500
2. Merak-Cirebon (via GT Kanci) Rp 192.000
3. Merak-Cirebon (via GT Palimanan) Rp 180.000
4. Merak-Semarang Rp 397.500
5. Merak-Solo Rp 474.500
6. Merak-Surabaya Rp 723.500
7. Merak-Pasuruan (Grati) Rp 775.500

Jakarta-Probolinggo
1. Jakarta-Probolinggo Rp 727.500
2. Jakarta-Cirebon (via GT Kanci) Rp 144.000
3. Jakarta-Cirebon (via GT Palimanan) Rp 132.000
4. Jakarta-Semarang Rp 349.500
5. Jakarta-Solo Rp 426.500
6. Jakarta-Surabaya Rp 675.500
7. Jakarta-Pasuruan (Grati) Rp 727.500
8. Jakarta-Merak (via JORR) Rp 63.000

Probolinggo-Merak
1. Probolinggo-Merak Rp 775.500
2. Probolinggo-Surabaya Rp 52.000
3. Probolinggo-Solo Rp 301.000
4. Probolinggo-Semarang Rp 383.000

dikutip dari
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3962196/daftar-tol-trans-sumatera-siap-digunakan-saat-mudik-lebaran

Kamis, Mei 16, 2019

Fakta Seputar Cacar Monyet

Monkey pox adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus, ditularkan ke manusia dari hewan terutama di Afrika tengah dan barat. Cacar monyet muncul pertama kali di Afrika sejak 1970. Meski namanya adalah cacar monyet, penyakit ini sebetulnya bukan berasal dari monyet, melainkan dari hewan pengerat seperti tikus dan tupai.

Pada tahun 1958, virus ini pertama kali diidentifikasi. Hingga kasus pertama dialami oleh manusia tahun 1985 di Kongo. di Afrika, infeksi cacar monyet ditemukan pada banyak spesies hewan, seperti tupai tali, tupai pohon, tikus Gambia, dormice dan primata. 

Proses perpindahan virus terjadi saat seseorang melakukan kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi seperti tikus. Seseorang bisa terkena virus cacar monyet melalui kontak darah, cairan tubuh, atau mukosa (selaput lendir) hewan yang terinfeksi.

Tak mudah untuk mendeteksi cacar monyet, harus melakukan tes laboratorium secara khusus untuk melihat penyakit ini. Meskipun sulit dideteksi, namun ada gejala-gejala umum pada penderita cacar monyet.

Sebelum gejala muncul, cacar monyet biasanya diawali dengan periode inkubasi selama enam sampai 16 hari. Penderita akan mengalami demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, nyeri otot, dan kekurangan energi selama lima hari. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia atau bahkan kematian dalam beberapa kasus.

Ruam mulai muncul dari wajah hingga menyebar ke seluruh tubuh penderita setelah terjadi demam selama satu hingga tiga hari. Periode tersebut dinamakan periode erupsi kulit. Dalam kurun waktu 10 hari, luka berevolsi menjadi lepuhan berisi cairan, bintil, dan akhirnya kerak. Untuk mengilangkan kerak bekas cacar ini setidaknya membutuhkan waktu tiga minggu.

Untuk mencegah penularan dari manusia ke manusia, sebisa mungkin hindari kontak terhadap pasien cacar monyet. Gunakan sarung tangan dan peralatan pelindung saat merawat orang sakit. Kemudian cuci tangan setelah merawat atau mengunjungi orang sakit.

Untuk saat ini, belum ada perawatan khusus yang tersedia untuk infeksi cacar monyet. Cacar monyet sebenarnya penyakit lama. Pernah ada vaksin untuk infeksi cacar monyet. Tapi kini vaksin tersebut belum ada lagi. 

Perbedaan cacar monyet dan cacar air
1. Virus 
Cacar monyet yang dikenal dengan istilah monkeypox merupakan penyakit zoonosis virus langka yang pertama kali ditemukan di daerah terpencil Afrika. Karena bersifat zoonosis, virus ini ditularkan dari hewan yang terinfeksi virus Orthopoxvirus, keluarga Poxviridae.

Sedangkan cacar air atau chickenpox (varicella) merupakan infeksi yang sangat menular disebabkan oleh virus Varicella zoozter.

2. Penularan
Penularan cacar monyet primer terjadi akibat kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit pada hewan yang terinfeksi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, kera, tikus dan tupai merupakan reservoir paling mungkin untuk cacar monyet. Selain itu, mengonsumsi daging hewan terinfeksi yang tidak dimasak dengan benar juga dapat meningkatkan risiko tertular cacar monyet.

Pada penularan sekuler, virus cacar monyet dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak dekat dengan saluran pernapasan orang yang terinfeksi, lesi kulit orang yang terinfeksi, dan cairan orang yang terinfeksi.

Sementara cacar air sangat mudah ditularkan melalui pernapasan atau kontak langsung dengan lesi kulit orang yang terinfeksi. Infeksi ini juga dapat menyebar dengan cara yang mirip dengan pilek dan flu.

4. Masa inkubasi
Masa inkubasi atau dari penularan saat penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh hingga timbulnya penyakit antara cacar monyet dan cacar air pun berbeda.

Cacar monyet membutuhkan waktu berkisar dari 5-21 hari. Sedangkan cacar air, dikutip dari Medical News Today, membutuhkan masa inkubasi 10-21 hari.

5. Gejala
Cacar monyet ditandai dengan munculnya demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan kelelahan pada hari ke 0-5.

Sekitar 1-3 hari setelah demam, muncul erupsi pada kulit seperti ruam mulai dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang berisi cairan hingga hari ke-10 dan hilang pada minggu ketiga.

Secara garis besar, gejala pada cacar air tak terlalu berbeda dengan cacar monyet. Cacar air ditandai dengan gejala demam, hilang selera makan, dan mual. 

Setelah itu, muncul cacar berupa ruam dan bintik-bintik di seluruh tubuh. Bintik-bintik cenderung kecil, merah, dan gatal. Ruam ini biasanya hilang atau jatuh dengan sendirinya selama 10 hari.

6. Penanganan
WHO menyatakan, hingga saat ini tidak ada perawatan khusus atau vaksin yang tersedia untuk infeksi cacar monyet. Tapi, wabah ini dapat dikendalikan dengan penanganan segera terhadap orang yang terinfeksi.

Sementara itu, cacar air umumnya sembuh dalam satu atau dua minggu tanpa pengobatan. Tidak ada obat spesifik yang dapat menghentikan virus cacar air. Dokter biasanya memberikan obat untuk mengurangi gejala gatal dan rasa tidak nyaman karena cacar.

Namun, cacar air dapat dicegah dengan pemberian vaksin.

sumber
https://www.merdeka.com/sehat/cara-menangani-jika-terkena-cacar-monyet/belum-ada-vaksin-penyembuh-cacar-monyet.html
https://www.liputan6.com/global/read/3965636/pertama-kali-ditemukan-di-singapura-ini-5-fakta-seputar-cacar-monyet
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190514114444-255-394693/kenali-beda-cacar-monyet-dan-cacar-air