Afrika Ternyata Memiliki Dua Spesies Gajah

"Penyimpangan dua spesies ini terjadi sekitar masa penyimpangan dari gajah Asia dan mammoth berbulu."
Bertentangan dengan yang diyakini oleh kebanyakan ilmuwan (serta kebanyakan anggota masyarakat), penelitian terbaru menegaskan bahwa Afrika memiliki dua – bukan satu – jenis gajah. Para ilmuwan dari Harvard Medical School, Universitas Illinois, dan Universitas York di Inggris menggunakan analisis genetik untuk membuktikan bahwa gajah savana Afrika dan gajah hutan Afrika, yang ukurannya lebih kecil, telah banyak  terpisah selama beberapa juta tahun.
Para peneliti, yang temuan dipublikasikan online dalam PLoS Biology, membandingkan DNA gajah modern dari Afrika dan Asia dengan DNA yang mereka ekstraksi dari dua spesies yang sudah punah: raksasa mammoth berbulu dan mastodon. Ini bukan saja yang pertama kalinya ilmuwan menghasilkan urutan untuk genom inti mastodon, namun juga untuk pertama kalinya gajah Asia, gajah hutan Afrika, gajah savana Afrika, mammoth berbulu yang punah, dan mastodon Amerika yang punah, telah diamati secara bersamaan.

Atas: Gajah hutan di Afrika kini telah dikukuhkan sebagai spesies baru gajah dan telah dibedakan dari gajah savana yang lebih besar di Afrika. Bawah: gajah savana Afrika adalah berbeda dengan gajah hutan Afrika, sama bedanya seperti gajah Asia dengan mammoth, menurut sebuah studi baru di PLoS Biology. (Kredit: Gajah hutan foto oleh Nicholas Georgiadis; Gajah savanna foto oleh A. Schaefer)
“Secara ekperimental, kami memiliki tantangan besar untuk mengekstrak urutan DNA dari dua fosil – mammoth dan mastodon – dan garis mereka dengan DNA gajah modern, lebih dari ratusan bagian genom,” kata ilmuwan penelitian ini, Nadin Rohland dari Fakultas Genetika di Harvard Medical School.
Menurut David Reich, profesor di fakultas yang sama, “Temuan ini mengejutkan karena gajah hutan dan savana dari Afrika – yang sebagian berpendapat adalah spesies yang sama – adalah berbeda satu sama lain, sama bedanya seperti gajah Asia dan mammoth.”
Para peneliti hanya memiliki DNA dari seekor gajah tunggal pada tiap-tiap jenis, tetapi telah mengumpulkan cukup data dari setiap genom yang melintasi jutaan tahun evolusi ke masa ketika gajah pertama kali menyimpang dari satu sama lain.
“Penyimpangan dua spesies ini terjadi sekitar masa penyimpangan dari gajah Asia dan mammoth berbulu,” kata Profesor Michi Hofreiter, yang mengkhususkan diri dalam penelitian DNA purba di Fakultas Biologi York. “Pemisahan antara gajah savana dan gajah hutan Afrika hampir sama tuanya dengan pemisahan antara manusia dan simpanse. Hasil ini sungguh membuat kami tabjud.”
Kemungkinan bahwa kedua spesies ini adalah berbeda pertama kali diangkat pada tahun 2001, tapi ini adalah bukti ilmiah yang paling menarik sejauh di mana mereka memang berbeda.
Sebelumnya, naturalis banyak yang meyakini bahwa gajah savana Afrika dan gajah hutan Afrika merupakan dua populasi spesies yang sama, meskipun perbedaan ukurannya sangat signifikan. Gajah savana memiliki ketinggian bahu rata-rata 3,5 meter sedangkan gajah hutan memiliki ketinggian bahu rata-rata 2,5 meter. Berat gajah savana antara enam hingga tujuh ton, kira-kira dua kali lipat berat gajah hutan.
Analisis DNA menunjukkan berbagai keragaman genetik dalam setiap spesiesnya. Gajah savana dan mammoth berbulu memiliki keragaman genetik yang sangat rendah, gajah Asia memiliki keragaman menengah, dan gajah hutan memiliki keanekaragaman yang sangat tinggi. Para peneliti percaya bahwa ini adalah akibat dari berbagai tingkat persaingan reproduksi di antara pejantan.
“Kita sekarang harus memperlakukan gajah-gajah hutan dan savana sebagai dua unit yang berbeda untuk tujuan konservasi,” kata Alfred Roca, asisten profesor di Fakultas Ilmu Hewan di Universitas Illinois. “Sejak tahun 1950, semua gajah Afrika telah dilestarikan sebagai satu spesies. Sekarang kita tahu bahwa gajah hutan dan savana adalah dua hewan yang sangat khas, gajah hutan harus menjadi prioritas yang lebih besar untuk tujuan konservasi.”
Penelitian ini didanai oleh Max Planck Society dan oleh Burroughs Wellcome Career Development Award di Biomedical Science.
Sumber faktailmiah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bila teman suka dengan tulisan di atas
saya berharap teman-teman menuliskan komentarnya
tapi tolong komentar yang sopannya
mari kita jaga sopan santun di dunia maya ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...