Peranan air bagi tanaman dan macam-macam air dalam tanah



Peranan air bagi tanaman
Air adalah pelarut terbaik bagi 3 kelompok bahan biologis yang sangat penting bagi tanaman:
      Bahan organik, melalui ikatan hidrogen dengan asam amino (protein), karbohidrat dll, khususnya molekul yang mengandung ikatan hidroksil, amine, maupun gugus fungsional karboksilat
      Ion-ion, unsur hara yang mampu diserap tanaman sebagian besar berupa ion yang terlarut dalam air
      Gas di atmosfer yang BM-nya kecil seperti O2 dan N2
Air sangat penting bagi kehidupan tanaman, peranannya:
      Merupakan 90 – 95% penyusun tubuh tanaman
      Aktivator enzim
      Pereaksi dalam reaksi hidrolisis
      Sumber H dalam fotosintesis
      Penghasil O2 dalam fotosintesis
      Pelarut dan pembawa berbagai senyawa
      Menjaga Ψp sel yang penting untuk pembelahan, pembesaran, pemanjangan sel, mengatur bukaan stomata, gerakan daun dan bunga (misal epinasti)‏
      Pemacu respirasi
      Mengatur keluar masuknya zat terlarut ke dan dari sel
      Mendukung tegaknya tanaman, terutama pada tanaman herbaceus
      Agensia penyebaran benih tanaman
      Mempertahankan suhu tanaman tetap konstan pada saat cahaya penuh
Macam-macam air
      Air gravitasi: berada di pori makro tanah, diikat sangat lemah oleh partikel tanah, dengan cepat turun ke lapisan yang lebih dalam, tidak dapat dimanfaatkan tanaman
      Air kapiler: terdapat di pori mikro tanah, melapisi butiran tanah, diikat longgar oleh partikel tanah, dapat dilepaskan oleh perakaran, dapat diserap akar
      Air higroskopis: air yang menempati posisi sangat dekat dengan partikel tanah, diikat sangat kuat, akar tidak mampu memutus ikatan, tidak dapat diserap akar

Air tersedia bagi tanaman
      Air kapiler
Air kapiler: batas atas kapasitas lapangan (Ψ = - 0,3 bar), batas bawah titik layu permanen (Ψ = - 15 bar)‏. Batasan air kapiler bagi Agronom: batas atas sama seperti batasan air kapiler di atas (= - 0,3 bar), tetapi batas bawah tidak jelas karena tingkat ketahanan tanaman terhadap kekeringan berbeda tergantung jenis tanamannya . Bagi tanaman yang tidak tahan kering (misal bayam), bisa saja batas bawahnya > - 15 bar. Bagi tanaman yang tahan kering (misal kaktus, kurma, dll), bisa saja batas bawahnya < - 15 bar.
      Kapasitas lapangan
Kapasita lapang adalah kandungan lengas tanah pada saat setelah semua air gravitasi terbuang, sehingga yang tersisa di dalam tanah tinggal air kapiler . Waktu penghilangan air gravitasi dari partikel tanah berbeda-beda tergantung kepada komposisi fraksi penyusun tanah tersebut . Tanah yang didominasi fraksi lempung (misal tanah latosol) butuh waktu lama untuk menghilangkan air gravitasi (> 4 hari)‏. Tanah yang didominasi fraksi pasir (misal tanah regosol) butuh waktu lebih singkat untuk menghilangkan air gravitasi (1 – 3 hari)‏
      Titik Layu tetap
Titik layu tetap: kandungan lengas tanah yang menyebabkan tanaman yang tumbuh di atasnya mengalami layu tetap (tidak bisa segar kembali meskipun ke dalam tanah ditambah lengasnya/ tidak bisa segar kembali meskipun tanaman ditempatkan ke dalah ruangan yang jenuh uap air)‏




3 komentar:

  1. klo cara prmberian air bagi tanaman ada g???

    BalasHapus
  2. tolong dicantumkan sumber artikel di atas dari mana? terimakasih

    BalasHapus
  3. Makasih yach artikelny sangat menarik

    BalasHapus

Bila teman suka dengan tulisan di atas
saya berharap teman-teman menuliskan komentarnya
tapi tolong komentar yang sopannya
mari kita jaga sopan santun di dunia maya ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...