Sifat-Sifat Umum Kayu


A.      Warna Kayu (Colour)
-          Disebabkan zat ekstraktif (ZE)
-          Bervariasi dalam jenis, batang dan bagian kayu
-          Variasi warna kayu: putih-hitam
-          Kombinasi warna, macam serat dan gambaran dalam kayu memberi nilai dekoratif kayu
-          Warna untuk diindentifikasi: membedakan kayu teras dengan kayu gubal
-          Sifat warna mudah berubah-ubah, contohnya pada kayu mahoni
-          Alat bantu untuk menentukan warna : Spectrophotometer
-          Faktor yang mempengaruhi warna kayu:
a.       Tempat atau posisi dalam batang
b.      Umur pohon
c.       Kelembaban udara dan penyingkapan
d.      Kadar air dan pengeringan kayu
e.      Serangan jamur

B.      Kilap Kayu
-          Kilapa kayu adalah sifat kayu untuk memantulkan cahaya
-          Kilap tidak sama dengan warna kayu
-          Kayu kehilangan kilap menunjukan pertanda pertama kayu mulai mengalami pembusukan
-          Kilap kayu tergantung dari sudut penyinaran dan macam sel
-          Permukaan kayu radial (Quartersawn) lebih mengkilap dari flatsawn (papan tangensial)
-          Kandungan minyak atau wax (lilin) dalam kayu teras mengurangi kilap kayu

C.      Kesan Raba
Diperoleh dengan meraba permukaan kayu (licin atau kasar), kesan raba ditentukan oleh: tekstur, kadar air, dan ekstraktif. Kesan raba lebih licin apabila tekstur kayu halus dan berlilin, sedangkan kesan raba lebih panas apabila tekstur kasar dan berat jenis rendah dan sebaliknya. Ada kayu yang menyebabkan gatal pada kulit yaitu kayu rengas dalam hal ini adalah pohon rengas orang baru pertama kali kehutan sering terkena serangan gatal ini.
D.      Tekstur Kayu
Suatu sifat yang menunjukan ukuran-ukuran relative dari sel-sel yang menyolok besarnya di dalam kayu.tekstur halus menunjukan sel-sel penyusunannya kecil (diameter sel serabut lebih kecil dari 30 mikron  dalam hal ini ramin). Tekstur sedang menunjukan diameter sel serabut 30 sampai 45 mikron. Tekstur kasar menunjukan diameter sel serabut lebih besar dari 45 mikron dalam hal ini kempas.

E.       Serat Kayu
Menunjukkan arah orientasi umum sel-sel aksial terhadap sumber batang pohon atau terhadap sel-sel aksial lainya. Serat kayu terbagi menjadi :
-          Serat lurus (straight grain) dimana serat sejajar sumbu batang
-          Serat miring (cross grain) dimana serat tidak sejajar sumbu batang
Macam-macam serat miring:
-          Serat terpadu (interlocked grain)
Contoh: rengas, kapur, kulim
-          Serat berombak (wavy grain)
Contoh: rengas, merbau
-          Serat terpilin (spiral grain)
Contoh; bintangur, dan kasuarina
Ketiga serat diatas adalah bentuk serat alami
-          Serat diagonal

F.       Bau dan Rasa Kayu
Bau disebabkan oleh zat infiltrasi atau ekstraktif, serangan bakteri atau jamur. Kayu gubal memberikan bau yang lebih tajam, kayu yang berbau karena mengandung zat ekstraktif bersifat volatile. Contoh beberapa bau dari jenis kayu:
-          Kulim berbau bawang putih
-          Ulin berbau agak asam
-          Jati berbau seperti zat penyamak atau kulit terbakar
-          Kapur berbau kamper
-          Pinus berbau dammar
Sifat bau digunakan untuk identifikasi dan sifat bau digunakan untuk bisnis contohnya kotak cerutu yang terbuat dari kayu Cedrella odorata dan Juniperus Virginia. Kapstok pakaian yang terbuat dari Cupressus. Kipas tangan yang terbuat dari kayu cendana (Santalum album). Rasa tidak sama dengan bau. Untuk kayu Oak dan chesnut banyak memiliki tanin yang menyebabkan rasa kayu tersebut pahit.
G.     Kekerasan dan berat kayu
Kekerasan dan berat kayu memiliki hubungan dimana kayu keras biasanya berat dan sebaliknya. Kekerasan dan berat kayu spesifik dimana penggolongan kekerasan kayu:
-          Kayu sangat keras (kayu ulin atau kayu besi)
-          Kayu keras (kayu kempas)
-          Kayu sedang (kayu pinus)
-          Kayu ringan (kayu balsa dan kayu sengon)
Untuk melakukan tes kekerasan dapat dilakukan dengan menyayat kayu tegak lurus serat, bila keras sulit disayat dan bekas sayatan mengkilap. Kekerasan dipengaruhi oleh ketebalan dinding sel, kandungan mineral dalam kayu contohnya kandungan silica
H.      Berat jenis kayu atau BJ
Merupakan sifat fisik kayu yang penting selain KA, kembang susut dan kekuatan kayu, dimana kerapatan tidak sama dengan berat jenis.
Kerapatan sama dengan massa dibagi oleh volume dan memiliki satuan, sedangkan untuk berat jenis merupakan kerapatan benda dibagi kerapatan air pada suhu 4°C dan tidak memilki satuan. Air pada suhu 4°C berkerapatan 1gr/cm­³. Nilai BJ kayu berkisar 0,2-1,23 dan untuk BJ zat kayu pada semua jenis kayu sama yaitu 1,5. Variasi BJ kayu ditentukan oleh; umur, tempat tumbuh, posisi kayu dalam batang, kecepatan tumbuh.  

1 komentar:

  1. salam kenal BOSS! saya suka tulisan dari anda. sangat bermanfaat buat saya.

    BalasHapus

Bila teman suka dengan tulisan di atas
saya berharap teman-teman menuliskan komentarnya
tapi tolong komentar yang sopannya
mari kita jaga sopan santun di dunia maya ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...