Perekat dan Perekatan kayu

Perekat adalah bahan yang dapat menahan 2 buah benda berdasarkan ikatan permukaan ,dan defenisi dari perekatan itu sendiri adalah suatu keadaan atau kondisi ikatan dimana dua permukaan menjadi satu karena adanya gaya-gaya pengikat antar permukaan, yaitu gaya valensi atau gaya ikatan ion dan gaya saling mencengkram antara perekat dengan bahan yang direkat atau interlocking forces. Sedangkan menurut Brown et al (1952), perekatan adalah suatu sistem yang terdiri atas gaya-gaya ikatan yang berbeda yang berasosiasi bersama membentuk suatu ikatan antara garis perekat dengan bahan yang direkat sedang garis perekat sendiri dipengaruhi oleh mobilitas bahan perekat dan kondisi permukaan perekat.
Perekat juga dapat dikatakan sebagai suatu bahan atau substansi yang mempunyai kemampuan untuk menggabungkan suatu bahan dengan bahan lain baik sejenis maupun tidak sejenis melalui ikatan permukaaan misalnya kayu, kertas dengan plastik. Sirekat merupakan bahan yang digabungkan (sejenis maupun tidak sejenis) dengan menggunakan perekat. Dimana perekatan merupakan proses penggabungan suatu bahan dengan bahan lain dengan menggunakan perekat.
Perekat kayu dalam praktik dapat dipilah kedalam tiga kelompok perekatan, yaitu perekatan ujung atau perekatan bidang transversal, perekatan bidang tangensial seperti pada pembuatan kayu lapis, dan perekatan sisi lebar dan sisi samping seperti pada proses pembuatan laminasi. Oleh sebab itu pengetahuan struktur dari anatomi kayu menurut tiga bidang tersebut tetap diperlukan untuk disesuaikan dengan tujuan perekatan yang dipilih.
Faktor yang menentukan kualitas suatu perekat adalah berat jenis perekat dimana berkaitan dengan komponen yang terkandung didalamnya. Kadar padatan menunjukan jumlah molekul perekat yang akan berikatan dengan molekul sirekat. Semakin tinggi padatan pada batas tertentu, maka keteguhan rekat papan yang dihasilkan semakin meningkat karena semakin banyak molekul penyusun perekat yang bereaksi dengan kayu pada saat perekatan. Semakin tinggi pH perekat maka semakin tinggi atau baik dalam penyimpanannya. Waktu gelatinasi perekat adalah sama atau lebih dari 30 menit, dimana semakin lama waktu gelatinasi maka umur simpan perekat akan semakin lama. Kandungan padatan yang tidak menguap menunjukan jumlah molekul perekat yang akan berikatan dengan molekul sirekat. Semakin tinggi kadar padatan pada batas tertentu, maka keteguhan rekat papan yang dihasilkan semakin meningkat karena semakin banyak molekul penyusun perekat.

Referensi Bacaan:
Ruhendi,S.,dan Y.S. Hadi. 1997. Perekat dan Perekatan. Jurusan Teknologi Hasil Hutan. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Vick, C.B. 1999. Adhesive Bonding of Wood Material. In: Wood Handbook: Wood and Engineering Material. Forest Product Technology. USDA. Forest Service. Wisconsin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bila teman suka dengan tulisan di atas
saya berharap teman-teman menuliskan komentarnya
tapi tolong komentar yang sopannya
mari kita jaga sopan santun di dunia maya ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...