Fakta dan Mitos Soal Kanker Payudara

Banyak rumor dan kontroversi yang beredar tentang kanker payudara. Dan itu sulit dipercaya kebenarannya karena hanya mitos.

Meskipun termasuk salah satu kanker yang sering diperbincangkan karena merupakan penyebab kematian utama kaum perempuan, selain kanker leher rahim, kurangnya pemahaman justru membuat orang semakin ketakutan.

Untuk membantu Anda mendapatkan informasi yang tepat, berikut beberapa mitos dan fakta seputar kanker payudara.

Mitos: Perempuan dengan payudara besar lebih rentan terkena kanker payudara.
Fakta: Tidak ada bukti ilmiah tentang hal ini. Karena kanker biasanya berhubungan dengan kelenjar susu, sedangkan ukuran berhubungan dengan jaringan lemak yang ada dalam payudara.

Mitos: Kanker payudara hanya dapat dialami oleh wanita.
Fakta: Tidak. Walaupun memang tidak sebanyak yang terjadi pada wanita, beberapa pria juga menjadi korban kanker payudara.

Mitos: Payudara yang sehat adalah yang besar.
Fakta: Payudara yang sehat tidak ditentukan oleh ukurannya.

Mitos: Olahraga tanpa bra akan merusak payudara.
Fakta: Merusak sih tidak, tetapi mungkin dapat menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman. Karena payudara posisinya menggantung pada tubuh, dan bila diberi gerakan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Mitos: Setiap penderita kanker payudara pasti akan meninggal.
Fakta: Jika ditemukan dalam keadaan dini, kanker payudara bisa diobati dan disembuhkan.

Mitos: Buah merah bisa menyembuhkan kanker payudara.
Fakta: Tidak ada penelitian yang membuktikan buah merah ampuh mengatasi kanker payudara.

Mitos: Pria bebas dari kanker payudara.
Fakta: Pria juga dapat terkena kanker payudara walau persentasenya lebih kecil daripada perempuan. Jumlahnya, sekitar 1%.

Kanker payudara pada pria juga berbahaya. Penyebaran kanker payudara pada pria lebih cepat karena jaringan sekitar payudara pria lebih tipis dari perempuan sehingga tahap awal mungkin sudah terjadi pelekatan pada jaringan sekitarnya.

Mitos: Mamogram dapat meneyebabkan kanker payudara menyebar.
Fakta: Mamogram adalah tes baku untuk pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X untuk mengambil foto jaringan.

Sinar X dan tekanan mesin mamogram pada payudara tidak menyebabkan kanker menyebar. Jangan biarkan cerita dan pengalaman orang lain menjadi penyebab Anda tidak melakukan mamogram. Ambil keputusan berdasarkan rekomendasi dokter.

Mitos: Setiap benjolan di payudara sudah pasti kanker payudara ganas?
Fakta: Belum tentu. Sebaiknya pastikan dahulu apakah benjolan itu padat atau berisi cairan. Bila cairan, dapat langsung disedot dengan jarum dan biasanya jinak. Bila padat. sebaiknya diambil dan diperiksa di laboraturium patologi anatomi untuk ditentukan apakah ganas.

Mitos: Pemeriksaan payudara mencegah kanker payudara.
Fakta: Pemeriksaan payudara bertujuan mendeteksi dini kanker payudara dan tidak dapat mencegah kanker payudara.

Mitos: Kanker payudara terutama menyerang perempuan berusia antara 30 dan 50 tahun.
Fakta: Penelitian menyebutkan 77% kasus kanker payudara muncul di usia di atas 50 tahun.

Mitos: Aspirin bisa mencegah kanker payudara.
Fakta: Aspirin belum dapat dibuktikan sebagai pencegah kanker payudara, sebab belum ada penelitian yang luas untuk masalah tersebut. Walaupun secara teoritis bisa.

Mitos: Payudara yang sering di remas-remas, berisiko mengalami kanker.
Fakta: Meremas payudara (misalnya saat berhubungan intim) tidak terbukti dapat mengakibatkan kanker payudara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bila teman suka dengan tulisan di atas
saya berharap teman-teman menuliskan komentarnya
tapi tolong komentar yang sopannya
mari kita jaga sopan santun di dunia maya ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...