Perencanaan Pembukaan Wilayah Hutan

Perencanaan pembukaan wilayah hutan yang baik akan menyebabkan kegiatan yang dilakukan berjalan dengan baik, mulai dari awal sampai akhir kegiatan. Pola jaringan jalan yang ideal adalah pola jaringan jalan hutan yang membuka wilayah hutan secara merata dan menyeluruh sehingga menghasilkan pembukaan wilayah yang tinggi dengan kerapatan jalan optimal. Kegiatan pemanenan hutan adalah kegiatan yang mengeksploitasi hasil hutan berupa kayu maupun bukan kayu. Kegiatan ini akan sangat memberikan keuntungan ekonomi yang sangat besar, tetapi jika kegiatan ini dilakukan dengan suatu perencanaan yang tidak baik, maka akan berdampak pada ekologis dikawasan hutan tersebut
Perencanaan jaringan jalan adalah hal yang terpenting dalam menentukan baik dan buruk serta lancarnya kegiatan pembukaan wilayah hutan terdapat beberapa persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi jika akan membuat jaringan jalan. Pembuatan jaringan jalan dihutan harus mempertimbangkan beberapa faktor karena pembuatan jalannya tidak seperti pembuatan jaringan jalan diluar jalan hutan.
Pembukaan wilayah hutan adalah kegiatan penyediaan prasarana bagi kegiatan produksi kayu dan pembinaan hutan. Jalan hutan adalah jalan angkutan yang diperlukan untuk mengangkut hasil hutan ketempat pengumpulan hasil hutan (TPk/TPn) atau ketempat pengelolaan hasil hutan. Jalan induk adalah jalan yang dapat dipergunakan selama 5-20 tahun secara terus menerus. Jalan cabang adalah jalan hutan yang dapat diperguanakan untuk kegiatan pengusahaan hutan selam 1-5 tahun secara terus menerus. Jalan sarad adalah jalan hutan yang dapat dipergunakan untuk kegiatan penyaradan kayu bulat (log) selama 1 tahun terus menerus
Perencanaan jaringan jalan hutan adalah salah satu titik vital pembukaan wilayah hutan. Hal ini jelas, karena pembukaan wilayah hutan pada dasarnya adalah pembangunan sarana-sarana dan prasarana dalam usaha untuk memperlancar kegiatan pengangkutan kayu dari dalam hutan keluar kawasan untuk selanjutnya dimanfaatkan. Salah satu saranan yang sangat penting adalah jaringan jalan sarad hutan yang akan dibuat merupakan hasil perghitungan agar jalan yang akan direncananakan dibangun dapat memenuhi persyaratan dan dinilai cukup optimal untuk jumlah total luas kawasan yang di buka
Pola jaringan jalan yang ideal adalah pola jaringan jalan yang membuka wilayah hutan secara merata dan menyeluruh sehingga menghasilkan pembukaan wilayah hutan yang tinggi dengan kerapatan jalan optimal. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pola jaringan dan lokasi jalan adalah topografi, geologi, tanah, sistem penyaradan dan pengangkutan. Akibat pengaruh faktor tersebut maka tata/letak pola jaringan jalan terpaksa menyimpang dari keadaan ideal, sehingga mempengaruhi tingkat kerapatan jalan dan persen (%) pembukaan wilayah hutan. Pada daerah yang datar, skema pembukaan alur sarad tidak begitu sulit dilakukan, apabila memungkinkan , alur sarad dibuat selurus mungkin maksimal sampai batas anak sungai kecil. Alat untuk menentukan arah alur sarad dapat dipergunakan kompas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bila teman suka dengan tulisan di atas
saya berharap teman-teman menuliskan komentarnya
tapi tolong komentar yang sopannya
mari kita jaga sopan santun di dunia maya ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...