Komponen Pengaturan Hasil dalam bidang Kehutanan


Pengaturan hasil (Yield Regulation)
Growing stock suatu tegakan perlu diatur dan dikontrol agar kelestarian hasilnya dapat dipertahankan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kelestarian hasil sehingga diharapkan hasilnya lebih baik dari segi kuantitas dan kualitas dari seluruh hutan yang dikelol
Pengaturan hasil dilakukan dengan:
1.       Mengontrol pertumbuhan
          Dengan melakukan teknik silvikultur yaitu mengatur jumlah dan susunan pohon-pohon dalam tegakan   hutan
2.       Mengurangi growing stock
          Dengan menetapkan jumlah yang dapat ditebang atau hasil yang boleh dikeluarkan dalam suatu periode pengelolaan
Hasil berupa kayu, Prinsip dasar menjaga kelestarian hasil, konsep dasar menjaga hutan tetap hutan normal. Populasi adalah jatah penebangan dalam periode pengelolaan, aktivitas melakukan penebangan. Alasan melakukan penebangan dan pengaturanya dalam hubunganya dengan jumlah, tempat tumbuh (kualitas) adalah
1.       Penyediaan kebutuhan kayubagi pemakai
2.       Pemeliharaan tegakan persedian untuk meningkatkan kapasitas produksi yang diharapkan dilakukan penjarangan dengan tujuan
          a.       Pengendalian komposisi jenis
          b.      Menghilangkan pohon-pohon bermutu jelek
          c.       Pengendalian pertumbuhan riap pohon
          d.      Mendapatkan pendapatan bersih (net income)
3.       Penyesuaian jumlah dan bentuk tegakan persedian yang paling tepat agar lebih sesuai dengan tujuan pengelolaan untuk penyesuaian kelas umur


Lahirnya pengelolaan hutan lestari
Raja Louis XIV (Prancis, 1668) memperkenalkan Ordonansi Hutan yaitu dimana  bagaimana agar manfaat sumberdaya hutan dapat dirasakan terus-menerus dalam jumlah yang sama (Sustainable Yield Principles or Progressive Sustainable Yield Principles). Saat itu terjadi kelestarian hasil hutan tanaman.

Etat atau ACC
Etat adalah besarnya porsi luas atau massa kayu atau jumlah batang yang boleh dipungut setiap tahun selama jangka pengusahaan yang menjamin kelestarian produksi dan sumber daya. Tujuan dari etat adalah kekekalan perusahan yaitu menghasilkan yang sebesar-besarnya dan tetap setiap jangka waktu dan dalam jangka yang panjang.
Prinsip-prinsip dalam penetapan etat tebangan


1.       Etat volume tidak dibenarkan melebihi riap (pertumbuhan tegakan)
2.       Pemanfatan semua jenis kayu komersial secara optimal
3.       Menjamin kelestarian produksi dan kelestarian hutan
4.       Memperhatikan kebijaksanaan pemerintah di bidang pengusahaan hutan
5.       Menjamin fungsi perlindungan hutan

Faktor yang mempengaruhi etat tebangan
1.       Sistem silvikultur yang digunakan
2.       Rotasi tebangan yang digunakan
3.       Diameter minimum yang diijinkan untuk ditebang
4.       Luas areal berhutan yang dapat dilakukan penebangan
5.       Masa tegakan
6.       Jenis pohon
7.       Kriteria pohon inti
8.       Kriteria pohon induk
9.       Faktor pengaman (fp) dan faktor eksploitasi (fe)


Jenis-jenis Etat
1.       Etat luas
2.       Etat jumlah batang
3.       Etat volume


Secara teori, syarat untuk mewujudkan asas kelestarian yaitu;
1.       Adanya jaminan kepastian batas kawasan hutan yang tetap dan diakui semua pihak
2.       Telah dirumuskannya sistem pengaturan etat yang menjadi tidak over cutting, untuk kemudian dapat disusun sebagai rencana tebangan tahunan yang konsekuen dengan jiwa dan tujuan asas kelestarian
3.       Telah dirumuskan sistem permudaan yang menjamin permudaan kembali kawasan batas tebangan yang berhasil baik


Daur
Yaitu jangka waktu antara waktu penanaman hutan sampai dengan hutan tersebut dianggap masak untuk dipanen.
Tegakan seumur daur yang digunakan adalah rotasi
Tegakan tidak seumur daur yang digunakan adalah siklus tebang
1.       Daur menurut jangka waktu
          a.       Daur pendek kurang dari 15 tahun
          b.      Daur menengah 15 sampai 35 atau 40 tahun
          c.       Daur panjang lebih dari 40 tahun
2.       Standar kemasakan tegakan  
          a.       Ukuran diameter pohon
          b.      Umur (bergantung pada pemintaan konsumen)
          c.       Kekuatan atau kekerasan (keawetan sesuai fungsi)
          d.      Rate pertumbuhan
          e.      Kombinasi faktor-faktor diatas
3.       Lamanya daur/rotasi ditentukan oleh faktor-faktor
         a.       Kecepatan pertumbuhan tergantung kepada jenis tanaman dan tanah
         b.      Karakteristik spesies
         c.       Respon tanah terhadap beberapa pertumbuhan yang terus menerus
        d.      Faktor ekonomi, tergantung dari kombinasi antara elemen kayu, harga dari berbagai ukuran kayu, waktu yang diperlukan oleh pohon untuk mencapai ukuran 
Memilih masa daur atau rotasi
1.       Untuk mengendalikan penyediaan pelayanan atau service berupa manfaat non ekonomi (satwa liar, rekreasi, produksi air)
          Daur silvikultur, dan daur fisik
2.       Untuk mengendalikan produksi hasil hutan berupa kayu pertukangan, dan kayu bakar
          Daur teknis, dan daur produksi maximum
3.       Untuk mengendalikan pengembalian uang
          Daur financial


Macam-macam daur
1.       Daur biologis
          a.       Daur fisik adalah jangka waktu antara saat penanaman sampai dengan matinya dari suatu jenis pohon tersebut secara alamiah
         b.      Daur silvikultur adalah jangka waktu selama pohon masih menunjukkan pertumbuhan yang baik dan menjamin permudaan sesuatu dengan kondisi yang sesuai dengan tempat tumbuh
         c.       Daur teknis adalah jangka waktu perkembangan sampai suatu jenis dapat menghasilkan kayu atau hasil hutan lainya untuk keperluan hasil hutan
         d.      Daur volume maximum adalah jangka waktu perkembangan suatu tegakan yang memberikan hasil kayu tahunan terbesar, baik dari hasil penjarangan maupun tebangan akhir.
Pada hutan seumur biasanya daur ditentukan oleh atas dasar perpotongan MAI dan CAI dimana pada saat MAI maksimum
CAI (Current Annual Increment) adalah pertambahan volume selama tahun berjalan
MAI (Mean Annual Increment) adalah rata-rata pertumbuhan volume tiap tahun
PAI (Periodic Mean Annual Increment) adalah pertumbuhan volume selama periode tahunan dimana 5 atau 10 tahun
Metode Pengaturan Hasil hutan (MPHH)
Tujuan dari MPHH adalah bagaimana untuk mendapatkan hasil akhir berdasarkan kelestarian
Persyaratan umum:
1.       Kalkulasi dan hasil yang akan diperoleh
2.       Proporsi dan hasil tebang akhir dan tebang penjarangan
3.       Rencana tebangan meliputi yang mana yang akan ditebang atau dijarangi serta waktunya termasuk tata waktu pembangunanya

MPHH klasifikasi berdasarkan variabel yang digunakan
1.       Berdasarkan area
          a.       Pengendalian berdasarkan silvikultur, cara penebangan
          b.      Pengendalian berdasarkan rotasi atau kelas umur atau periodik blok
          c.       Pengendalian berdasarkan kelas perkembangan dan kelas perlakuan
2.       Berdasarkan volume
          Pengendalian berdasarkan rotasi dan umur tebang
3.       Berdasarkan volume dan riap
          Pengendalian berdasarkan rotasi dan umur tebang
4.       Berdasarkan jumlah pohon
          Pengendalian berdasarkan ukuran batang dan riap
Annual Yield dalam hutan normal adalah sebanyak dengan jumlah pohon yang tumbuh dalam suatu areal yang luasnya ditentukan berdasar daur. 


   



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bila teman suka dengan tulisan di atas
saya berharap teman-teman menuliskan komentarnya
tapi tolong komentar yang sopannya
mari kita jaga sopan santun di dunia maya ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...