Transisi dari Air ke Darat

Teori evolusi menyatakan bahwa kehidupan di darat berasal dari kehidupan yang awalnya hanya ada di air. Amfibi merupakan contohnya, tapi ikan paru lebih jelas.
Beberapa spesies ikan dapat bernapas langsung dengan udara dan hidup di luar air. Sebagai contoh adalah ikan tembakol (mudskipper) dari Asia Tenggara. Ikan tembakol dapat tinggal di dataran yang berlumpur dan bahkan memanjat pohon. Untuk bernapas, mereka hanya membutuhkan kelembaban di kulit mereka. Hal ini disebabkan adanya sel khusus di kulit mereka. Beberapa spesies lainnya masih memiliki paru-paru kasar seperti yang ada pada hewan akuatis pertama yang menghuni daratan.
Ikan dengan paru-paru (Lungfish)
Ikan paru memiliki paru kasar yang berasal dari hubungan antara gelembung renang dan esofagus. Keberadaan paru kasar ini memungkinkan gelembung renang berfungsi pada udara saat ikan meninggalkan air. Tergantung pada spesiesnya, ikan ini dapat bernafas sementara atau bahkan tanpa batasan waktu. Banyak jenis ikan ini memiliki fosilnya di berbagai belahan dunia, yang menunjukkan kalau mereka sangat banyak pada era Mesozoikum. Mereka mungkin vertebrata pertama yang mengembangkan paru-paru. Walau begitu, ikan paru hanya ditemukan di tiga tempat saja sekarang di dunia.
Ikan paru umumnya mampu bertahan selama 9 bulan hidup hanya dengan mengubur diri mereka dalam lumpur. Caranya dengan mencari daerah berlumpur lembut dibawah air, dimana ia dapat menggali lorong. Ia masuk kepala terlebih dahulu ke dalam lorong sambil mengeluarkan lendir tebal yang membuatnya dapat meluncur dengan mudah dan melindunginya dari dehidrasi. Sampai di dalam kantung lumpur, ia memutar tubuhnya. Kepalanya menghadap ke atas. Sebelum permukaan air surut, ia menutupi pintu masuk dengan tanah liat. Saat air sepenuhnya surut, sang ikan sudah memasuki masa hibernasi. Ia bernapas dengan dua atau tiga lobang kecil di tutupan tanah liat. Hal ini mereka lakukan saat musim kemarau tiba, dimana pantai, sungai dan kolam mengering. Mereka kemudian mengurangi fungsi metabolisme tubuh mereka mencapai minimum dan membakar sesedikit mungkin energi hingga air kembali pasang.
Ikan Paru Afrika
Ikan Paru Afrika Barat (Protopterus annectens annectens)
Ikan ini memiliki sirip daging yang mirip kaki dan tiga insang luar. Di musim kering, mereka mengeluarkan zat untuk menutupi diri. Ia dapat bertahan seperti ini selama setahun.
Ikan Paru Queensland
Ikan Paru Queensland (Neoceratodus forsteri)
Saat dipaksa bernapas dengan udara untuk waktu lama, ikan ini akan mati. Ia dapat mencapai panjang 1,25 meter, berat 10 kg dan hidup lebih dari 65 tahun.
Ikan Paru Amerika Selatan
Ikan paru amerika Selatan (Lepidosiren paradoxa)
Ikan ini memiliki insang kecil dan dua paru-paru yang dipakai untuk bernapas di musim kemarau.
Ikan Tembakol
Tembakol (Periophthalmus barbarus)
Ini adalah satu-satunya ikan yang dapat beradaptasi sepenuhnya seperti amfibi. Mereka menumpuk air di kulit mereka dan beberapa ruangan khusus di dekat insang, yang memungkinkan merkea memakai insang di luar air. Mereka hidup di pantai Samudera India dan Pasifik, di Asia Tenggara, dan pantai barat Madagaskar. Mereka biasanya berenang di air yang dangkal, berpegangan pada akar dan rumput laut dan mengangkat kepala mereka keluar air. Mereka bergerak dengan mudah di lumpur dan tanah kering, dan bahkan dapat mendaki pohon. Mereka dapat bernapas dengan air maupun udara sama baiknya. Mereka termasuk anggota famili Gobidae dan dapat mencapai panjang 15 cm.
Morfologi Ikan Tembakol (Periophtalmus sp.)
Ikan paru memiliki mata yang besar untuk menyediakan pandangan panoramik. Mata ini dilindungi oleh lapisan kulit. Untuk tetap lembab, ikan paru harus terus memutar matanya.
Bukaan di pipinya berguna untuk menyimpan air laut. Dengan cara ini, insangnya tidak pernah kering walaupun ikan telah keluar dari air.
Mulut dan tenggorokannya juga memuat organ pernapasan.
Insang berada di bukaan lain yang mengandung air dan udara. Ia dapat menyerap udara sepanjang tetap lembab.
Sirip ventral ikan paru termodifikasi menjadi cakram ventral. Cakram ini berfungsi sebagai pengungkit untuk mengangkat ikan ke akar dan batang pohon.
Sirip depannya dipakai untuk berjalan dan melompat saat berada di luar air. Mereka bahkan mampu memanjat pohon. Di air, ikan ini merangkak sepanjang dasar.
Kulitnya merupakan organ pernapasan dan harus dijaga agar tetap lembab. Sel kulitnya mampu mengumpulkan air.
Ototnya teradaptasi dengan badannya yang berlekuk-lekuk agar mampu melompat di lumpur.
Referensi
  1. Australian Museum. 1966. Queensland Lungfish. Australian Museum.
  2. Books, LLC. 2010. Lungfish: Queensland Lungfish, Protopterus, South American Lungfish, Arganodus, Gnathorhizidae, Ceratodus, Gilled African Lungfish. General Books.
  3. Girard, C. 1855. Fishes, Part IV.
  4. Graham, J.B. 1997. Air Breathing Fishes: Evolution, Diversity and Adaptation. Academic Press.
  5. Hoar, W.S. 1969. The Endocrin System. Academic Press.
  6. Hyrtl, J. 1845. Lepidosiren Paradoxa: Monographie. Friedr Ehrlich.
  7. Jordan, D.S. 2007. Check-List of Species of Fishes Known from the Philippine Archipelago. Read Books.
  8. Smith, P., Tchernov, E. 1992. Structure, Function and Evolution of Teeth. Freund Publishing House Ltd
Dikutip dari www.faktailmiah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bila teman suka dengan tulisan di atas
saya berharap teman-teman menuliskan komentarnya
tapi tolong komentar yang sopannya
mari kita jaga sopan santun di dunia maya ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...