KONFERENSI DAN SIDANG Ke-4 ASFN (ASEAN Social Forestry Network (ASFN)

KONFERENSI DAN SIDANG Ke-4 ASFN
  1. ASEAN Social Forestry Network (ASFN) merupakan network perhutanan sosial antar pemerintah yang pertama di Asia Tenggara, dengan tujuan utama memajukan kebijakan dan pelaksanaan perhutanan sosial melalui terbangunnya sistem informasi dan komunikasi di dalam memperkuat kerjasama ASEAN untuk perhutanan sosial.
  2. Sejak berdirinya ASFN (2005), Indonesia sebagai Pemimpin ASFN telah mewujudkan komitmennya antara lain melalui : (i) dibentuknya Sekretariat ASFN di bawah naungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial (Ditjen RLPS), (ii) peran proaktif di dalam menjalin dan memperkuat dialog untuk kerjasama di bidang perhutanan sosial dengan organisasi mitra, dan (iii) pelaksanaan kegiatan ASFN, antara lain: memelihara dan mengkoordinasikan komunikasi dengan Negara Anggota, ASEAN Secretariat, maupun dengan organisasi internasional dan mitra kerjasama, membangun alat komunikasi dan diseminasi pengetahuan dan informasi, juga partisipasi di dalam kegiatan yang berkaitan dengan, dan dapat memajukan ASFN.
  3. Konferensi ASFN dengan tema : peran perhutanan sosial di dalam kontribusinya terhadap ketahanan pangan dan di dalam menghadapi perubahan iklim. Kegiatan ini merupakan side event dalam rangka sidang ke 4 ASFN dengan kegiatan workshop, pameran dan kungjungan lapangan ke lokasi HKm dan Hutan Rakyat Sertifikasi di kabupaten Gunung Kidul telah dilaksanakan pada tanggal 14 -16 Juni 2010 di Yogyakarta dengan dibuka oleh Menteri Kehutanan dan dihadiri antara lain oleh Dubes Swiss untuk ASEAN, Dubes Brunei Darusalam, Wakil Sekjen ASEAN, para delegasi negara ASEAN (Brunei Darussalam, Laos, Malaysia, Philipina, Thailand, Indonesia, Myanmar dan Vietnam) kecuali Singapura, Kamboja, Organisasi mitra Nasional & Internasional, pelaku Social Forestry.
  4. Konferensi ASFN dilaksanakan guna mengawali sidang ke 4 ASFN pada tanggal 17 - 18 Juni 2010 dengan agenda membahaskerjasama di tingkat ASEAN denganorganisasi mitra, antara lain CIFOR, ICRAF dan RECOFTC, ARKN-FCC danKemitraan dengan Pemerintah Swiss untuk kegiatan perhutanan sosialdi dalam menghadapi perubahan iklim.
  5. Konferensi ASFN telah menghasilkan beberapa rekomendasi antara lain adalah:
a. Mendukung penguatan jejaring perhutanan sosial tingkat nasional untuk membuat dan mendukung keberlanjutan mekanisme tingkat ASFN.
b. Mengembangkan pemahaman peran perhutanan sosial di tingkat regional dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta ketahanan pangan.
c. Membangun strategi kemitraan denan institusi terkait dalam hal peningkatan pengetahuan tentang perhutanan sosial.
d. Pembelajaran praktek perhutanan sosial untuk disebarkan dan dikomunikasikan pada badan-badan ASEAN terkait. (AMAF, ASOF, ARKN-FCC, ect)
e. Penguatan koordinasi dan mekanisme institusi dalam menjalankan operasionalisasi perubahan kebijakan.
f. Secara aktif berpartisipasi dan ikut mempengaruhi proses dialog REDD-plus.
6. Memutuskan bahwa untuk Sidang ke 5 ASFN tahun 2011 akan dilaksanakan di Brunei Darussalam dan selanjutnya berdasarkan abjad dari nama negara.
HASIL SIDANG ke 4 ASFN :
Pertemuan menyampaikan kemajuan implementasi kerangka kebijakan dalam kaitan dengan Kerjasama ASEAN di bidang Kehutanan, yaitu :
  1. ASEAN Charter telah ditandatangani oleh Kepala Negara/Gubernur pada Pertemuan Tingkat Tinggi ASFN 20 November 2007 di Singapura.
  2. Pertemuan Tingkat Tinggi Ke-14 ASEAN, telah menandatangani Deklarasi Roadmap untuk ASEAN Community (2009-2015) yang menyangkut 3 (tiga) pilar yaitu :
    • ASEAN Political Security Community (APSC)
    • ASEAN Economic Community (AEC)
    • ASEAN Sosial Cultural Community( ASCC)
  3. Hal-hal yang dihasilkan pada pertemuan ketiga ASFN di Philipin:
    • Website ASFN dan informasinya terus diupdate berdasarkan informasi yang disediakan oleh AMS
    • Dalam penguatan kaloborasi dengan SDC, SDC akan mendukung REDD+Nasional
  4. Presentasi Negara Anggota ASFN:
    Brunai Darusalam, Indonesia, Laos PDR, Malaysia, Myamar, Philippine, Thailand, Vietnam, masing-masing menyampaikan kegiatan Social Forestry yang dilaksanakan di Negara masing-masing dan memberikan penekanan pada kontribusinya pada ketahanan pangan dan perubahan iklim.
  5. Kolaborasi ASFN dengan Organisasi Mitra
    Dalam melaksanakan kegiatannya, ASFN telah kolaborasi dengan CIFOR, ICRAF, RECOFTC dan ARKN-FCC
  6. Rencana Strategik ASFN (2007-2012)
  7. Penyampaian Highlight dan Rekomendasi ASFN Conference
  8. Pengembangan dukungan untuk ASFN
    • Project Proposal Kolaborasi ASFN dengan Organisasi Mitra, ASFN telah mengajukan proposal ASEAN-SWISS Partnership on Social Forestry and Climate Change.
    • Pertemuan mendiskusikan dan menyetujui bahan MoU untuk proposal tersebut akan ditandatangani oleh Menteri Kehutanan (dalam kapasitasnya sebagai Negara Pemimpin ASFN dan sebagai tuan rumah ASFN Secretariat) dan SDC.
    • Dengan MoU ini SDC akan secara langsung mendukung ASFN Secretariat. Pertemuan meminta seluruh Negara anggota untuk memberikan input dan komentar draft MoU tersebut, selanjutnya akan dimintakan pertimbangan pada ASOF ke 13 Juli 2010 di Manila Philipina. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bila teman suka dengan tulisan di atas
saya berharap teman-teman menuliskan komentarnya
tapi tolong komentar yang sopannya
mari kita jaga sopan santun di dunia maya ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...