Jumat, Mei 21, 2010

Manfaat dari si pepaya

Buah dengan harga terjangkau ini ternyata memiliki banyak manfaat bagi kecantikan dan kesehatan.
- Mengatasi kembung
Dengan mengosumsi pepaya, rasa kembut bisa diatasi. Menurut Maoshing Ni, PhD., penulis buku 'Secrets of Self-Healing' dan ahli pengobatan Cina, papain yang merupakan enzim utama dalam pepaya, bisa menghancurkan serat yang tidak tercerna dengan baik pemicu rasa kembung.
- Mengurangi gejala sinus
Ingin meringankan gejala sinusitis kronis? Jadikan salad buah pepaya menjadi makanan wajib Anda. Menurut penelitian di Jerman, bromelain, enzim dalam pepaya dapat mengurangi lendir dan peradangan.
- Mencerahkan kulit
Zat asam pada pepaya dan kandungan enzim pelarut proteinnnya bisa mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan kulit. Jangan heran banyak masker dari brand kosmetik ternama menggunakan ekstrak pepaya. Anda juga bisa langsung mengolah pepaya segar menjadi masker. Caranya, hancurkan pepaya hingga tekturnya seperti bubur. Dengan menggunakan kapas tempelkan ramuan pepaya ini pada wajah, leher dan belahan dada. Diamkan hingga 10 menit, kemudian bilas dengan air dingin.
- Penguat tulang
Kandungan folat dan vitamin B pada pepaya bisa meningkatkan kesehatan tulang Anda. Jadi, selain mengonsumsi susu, makanlah pepaya secara teratur agar terhindar dari penyakit osteoporosis.

risiko kesehatan yang mengintai orang kantoran

Menurut data Urban Institute, jumlah pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik memang telah bekurang 10 persen di tahun 1950. Duduk berjam-jam di belakang meja bukannya tanpa risiko. Gangguan kesehatan seperti nyeri punggung, mata lelah, hingga gangguan tidur bisa ditimbulkan dari gaya hidup kurang gerak ditambah lingkungan kerja yang penuh stres tersebut
inilah 6 penyakit orang kantoran
1. Sindrom karpal tunnel Sindrom ini merupakan gejala dari adanya nyeri, rasa kesemutan, serta baal di jari tangan. Gangguan ini bisa timbul karena penekanan mekanis yang berulang dan ritmis, seperti mengetik. Untuk mencegahnya, lakukan peregangan ringan untuk mengendurkan tegangan di pergelangan tangan. Setelah mengetik, istirahatkan tangan sejak. Konsultasikan pada dokter jika gejala dirasakan cukup mengganggu.
2. Nyeri punggung bawah Duduk selama berjam-jam, terlebih dengan postur tubuh yang salah atau kursi yang ergonomis, bisa berakibat buruk pada tulang belakang. Menurut sebuah penelitian, nyeri punggung merupakan alasan utama para karyawan untuk mangkir dari pekerjaan. Posisi duduk yang benar adalah duduk dengan membagi beban berat tubuh sehingga tidak hanya bertumpu pada pinggang.
Selain memerhatikan postur tubuh saat duduk, olahraga secara teratur termasuk aktivitas pengencangan perut bisa mengurangi rasa nyeri di bagian punggung bawah. Selain itu, hindari duduk dengan kondisi dompet terlalu penuh karena bisa menimbulkan tekanan pada saraf di bagian panggul.
3. Masalah pada sendi Tubuh manusia diciptakan untuk bergerak dan berada dalam satu posisi yang lama bisa membuat sendi tegang. Karena itu, secara teratur berdiri dan berjalan-jalanlah di sela waktu kerja.
4. Mata lelah Menatap layar komputer terlalu lama bisa membuat penglihatan terganggu dan mata sensitif. Menurut Mayo Clinic, gejala-gejala seperti mata kering, berair, sakit kepala, atau sakit leher, bisa digolongkan sebagai gejala mata lelah (eyestrain). Untuk mencegahnya, besarkan ukuran huruf di layar komputer sehingga Anda tidak perlu terlalu sering berkedip. Selain itu, kurangi pancaran sinar dari layar komputer dan istirahatkan mata secara berkala dengan cara menatap ke arah lain.
5. Bakteri Meja kerja, dalam hal kandungan bakterinya, ternyata lebih banyak dan lebih kotor dibanding toilet. "Bakteri berkumpul di meja karena biasanya orang melakukan banyak hal di sana, mulai dari makan dan menyimpan benda, namun jarang membersihkannya," kata ahli mikrobiologi dari Universitas Arizona, Dr Charles Gerba. Anda bisa mengurangi jumlah bakteri dengan rutin membersihkan meja dengan lap dan cairan antibakteri setiap harinya.
6. Situasi stres Satu dari enam pekerja di Amerika mengatakan, rasa kesal dan marah di kantor bisa menimbulkan dampak buruk. Sekitar 2-3 persen mengatakan, mereka pernah menampar atau memukul rekan kerjanya. Selain itu, 22 persen pekerja mengaku pernah menangis akibat rasa stres di tempat kerja. Tekanan atau stressor kecil bisa dikendalikan dengan cara menarik napas panjang dan melakukan teknik relaksasi yang bisa dilakukan sambil duduk. Atau, luangkan waktu untuk berjalan-jalan di taman dan tempat lain untuk mengalihkan perhatian sejenak. Konflik yang terjadi dengan rekan kerja bisa diatasi dengan bantuan mediasi pihak ketiga agar tidak menumpuk dan menimbulkan tindakan yang tak diharapkan.